Merry Riana – Mimpi Sejuta Dolar

Merry Riana – Mimpi Sejuta Dolar

Setiap orang di dunia ini pasti mempunyai mimpi yang ingin diraih. Akan tetapi, tidak banyak orang yang berani dan berhasil meraih mimpi mereka. Banyak orang bilang “bermimpilah setinggi-tingginya dan raihlah mimpi tersebut”.

Kalimat tersebut tentunya tidak asing di telinga kita, karena banyak orang sering mengucapkan kalimat tersebut kepada orang lain seakan-akan kalimat tersebut mudah untuk diwujudkan. Nyatanya, mewujudkan mimpi yang ingin kita raih tidak semudah  tidur sewaktu mengantuk.

Banyak sebab orang gagal dalam meraih mimpinya. Adanya sikap pesimis dan putus asa dalam meraih mimpi merupakan sebab orang bisa gagal dalam meraih mimpinya. Yang lebih parahnya lagi, seseorang merasa takut gagal dalam meraih mimpinya, sehingga ia hanya berani bermimpi dan terus bermimpi tanpa mau mencoba meraih mimpinya tersebut.

Padahal, banyak orang sukses di luar sana yang berjuang mati-matian untuk meraih mimpinya. Banyak yang mereka alami dalam proses meraih mimpi mereka, mulai dari merasa kecewa, mengalami kegagalan, bahkan diejek orang lain mereka pun sudah mengalaminya.

Akan tetapi, tidak pernah ada kata putus asa dalam kamus mereka. Mereka terus berjuang dan semangat dalam meraih mimpi. Niat, usaha dan berdoa adalah kunci utama keberhasilan mereka dalam meraih mimpinya. Setelah itu mereka yakin bahwa mimpi mereka bisa terwujud.

Jika kita berfikir bahwa sukses hanya dapat diraih oleh kalangan orang kaya, kita salah besar. Di antara banyaknya orang sukses yang berhasil meraih mimpinya, ada satu wanita yang sudah menginspirasi banyak orang melalui kisah hidupnya.

Wanita tersebut berusaha untuk berjuang meraih mimpinya yang mungkin bagi orang lain mimpinya tersebut terlalu tinggi dan mustahil untuk diwujudkan. Namun nyatanya, wanita tersebut berhasil membuktikan kepada orang lain bahwa anggapan mereka salah. Dia berhasil meraih mimpinya untuk mendapatkan penghasilan satu juta dolar dalam usia muda.

Mungkin bagi sebagian orang mendapatkan satu juta dolar dalam usia muda sangatlah mustahil. Akan tetapi, wanita muda dan cantik ini membuktikan kepada kita semua, bahwa tidak ada yang mustahil jika kita mau berusaha. Ya, wanita tersebut ialah Merry Riana yang lahir pada 29 Mei tahun 1980 di Jakarta.

Menata Mimpi di Singapura

Merry, sapaan akrabnya merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Menjadi anak sulung atau anak pertama biasanya akan menjadi tumpuan dan harapan bagi orang tua serta keluarganya. Hal tersebut telah disadari betul oleh Merry. Oleh sebab itu, ia berusaha agar bisa menjadi orang sukses di masa depan.

Pada tahun 1998, setelah ia lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) Merry, berencana untuk masuk ke Universitas Trisakti. Akan tetapi, rencananya sirna begitu saja dikarenakan adanya kerusuhan tragedi 98 akibat krisis moneter dan aksi demonstrasi besar-besaran yang menuntut Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya.

Suasana yang pada saat itu sangat mencekam membuat orang tua Merry merasa takut dan khawatir pada anaknya. Akhirnya, orang tuanya mengirim Merry ke Singapura untuk mengungsi dan melanjutkan studinya.

Sesampainya di Singapura, tidak lantas membuat Merry merasakan hidup yang nyaman. Hanya berbekal ongkos dan modal seadanya membuat Merry harus berjuang bertahan hidup di negeri orang. Merry teringat dengan temannya yang ada di salah satu perguruan tinggi favorit Singapura, Nanyang Technological University (NTU).

Akhirnya, ia mencoba mengikuti tes masuk perguruan tinggi tersebut, akan tetapi ia gagal karena tidak lulus di tes bahasa. Gagalnya Merry dikarenakan kurangnya persiapan yang matang untuk belajar dan melanjutkan studinya. Meskipun ia gagal tes, Merry tetap semangat untuk melanjutkan studinya di Singapura.

Setelah berjuang untuk mencari cara agar bisa masuk ke NTU, akhirnya Merry mendapatkan informasi bahwa NTU menawarkan program pinjaman pendidikan. Ya, memang di negara-negara maju seperti Singapura biaya pendidikan dapat dibayar dengan cara hutang. Dana pendidikan tersebut akan dibayar jika seseorang telah selesai kuliahnya dan mulai bekerja.

Tentu saja meminta pinjaman pendidikan tidak semudah meminjam uang kepada teman. Pinjaman pendidikan membutuhkan orang yang mau menggaransi untuk bertanggung jawab dalam pelunasan hutang. Biasanya orang tua akan menggaransi utang tersebut, tetapi tidak dengan Merry Riana.

Karena Merry tidak kenal siapa-siapa di Singapura, terpaksa ia meminta temannya untuk mencarikan orang yang mau menggaransikan hutangnya. Kemudian, Merry bertemu dengan seorang lelaki yang mau menggaransikan utangnya, lelaki tersebut bernama Alva yang sekarang menjadi suaminya. Alva merupakan lelaki baik hati yang terus membantu dan mendukung Merry untuk meraih kesuksesannya.

Berjuang untuk Kuliah

Meski sudah mendapatkan pinjaman dari pemerintah Singapura, tak lantas membuat Merry bisa menjalani kehidupan dengan enak. Pinjaman yang diberikan ternyata tidak mampu untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari.

Mau tidak mau, Merry harus berjuang melalui masa-masa sulit tersebut dengan menghemat kebutuhan sehari-harinya. Ia harus membiasakan diri untuk makan roti tawar, mie instan atau bahkan tidak makan sama sekali, karena kondisi keuangan yang tidak mendukung.

Merry sadar ia tidak bisa terus-terusan hidup seperti itu. Di tengah-tengah perjuangannya untuk kuliah di NTU, Merry masih harus bekerja part-time. Padahal, NTU merupakan perguruan tinggi yang terkenal dengan standard pendidikan dan disiplin yang cukup tinggi.

Segalanya Merry lakukan agar bisa mendapatkan uang untuk biaya kehidupan sehari-harinya. Merry pernah mencicipi bekerja sebagai seorang pembagi brosur di jalan, staf di toko bunga, bahkan menjadi pelayan restoran di sebuah hotel. Ia percaya bahwa setiap rintangan pasti ada jalan keluarnya dan dapat dilalui asalkan kita tidak putus asa.

Perjuangan Merry tidak berhenti di situ saja. Ia bahkan pernah terjun ke dunia bisnis. Akan tetapi, Merry gagal dalam menjalankan program MLM dan menjadi korban penipuan investasi bodong. Hal tersebut membawanya pada kegagalan besar sehingga ia harus merelakan modal 10 ribu dolar nya raib begitu saja. Tetapi, apakah Merry menyerah begitu saja? Tentu saja tidak.

Wanita yang punya semangat juang tinggi ini tidak berhenti begitu saja. Ia bersama Alva mulai mengikuti seminar-seminar motivator kelas dunia. Dari seminar tersebut, Merry terinspirasi dengan Anthony Robbins dan mulai menambah semangatnya untuk menjadi orang sukses di masa depan.

Simak juga: Kisah Inspirasi Teh Botol Sosro - Modal vs Keberuntungan

Tanggung Jawab Melunasi Hutang

Setelah lulus dari studinya, Merry sadar bahwa hutangnya pada pemerintah Singapura sudah mencapai 40 ribu dolar atau sekitar 300 juta rupiah. Agar dapat membayar hutang-hutangnya  dan mencapai mimpinya untuk meraih kebebasan finansial pada usia muda, Merry harus mengambil keputusan menjadi seorang sales. Ia menjadi tenaga penjual suatu produk asuransi di Singapura.

Perjuangan menjadi seorang sales sangat tidak mudah. Ia harus memprospek calon kliennya dengan menelpon hingga menawarkan pada pejalan kaki. Pada awalnya, teman dan rekan kerja Merry banyak yang meragukannya, tetapi hal tersebut tidak membuat ia patah arang.

Perlahan tapi pasti, berkat attitude-nya yang baik, ketekunan, dan kerja keras luar biasa, akhirnya perjuangannya membuahkan hasil. Merry berhasil meraih jabatan sebagai manajer dan menjadi salah satu agen perusahaan terbaik di tempatnya bekerja pada tahun 2003.

Keberhasilannya membawa Merry menjadi seorang wanita muda dengan penghasilan yang cukup besar. Berkat penghasilannya tersebut, akhirnya ia mampu melunasi hutang-hutangnya kepada pemerintah Singapura dan ia menjadi terbebas dari urusan finansial sebelum usia 30 tahun.

Mimpi Sejuta Dollar itu Nyata

Selain itu, salah satu langkah yang melambungkan namanya adalah ketika Merry mendirikan MRO (Merry Riana Organization). MRO adalah organisasi yang bergerak dalam pemberdayaan wanita dan anak-anak. Tidak hanya itu, Merry berhasil mewujudkan mimpi untuk menuliskan kisahnya dalam sebuah buku. Siapa sangka, ternyata buku yang berjudul “Mimpi Sejuta Dolar” yang ditulis berdasarkan kisah hidupnya tersebut menjadi best seller dan diangkat menjadi sebuah film.

Capaiannya tersebut semakin membuat namanya melambung dan mendapatkan penghasilan uang hingga sebesar satu juta dolar. Saat ini, Merry dikenal sebagai seorang pengusaha miliarder, pemilik buku biografi terlaris, dan motivator wanita nomer satu di Indonesia bahkan Asia.

Meskipun sudah menjadi orang yang sukses, tidak lantas membuat Merry lupa diri. Ia terus memotivator dan menginspirasi banyak orang. Alasan utama Merry memutuskan untuk fokus ke dunia motivasi dan inspirasi karena adanya hasrat yang tinggi untuk membantu orang lain dalam mencapai keberhasilan mereka.

Tujuannya adalah untuk membangkitkan generasi baru yang sukses, yang dapat bertanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri, berani bermimpi dan mewujudkannya, serta nantinya akan memberikan manfaat kepada masyarakat. Merry percaya dengan membagikan pengalaman dan pengetahuannya dapat berdampak positif bagi orang lain.

Dari kisah perjuangan Merry Riana, kita dapat pelajaran bahwa jangan takut untuk bermimpi. Walaupun begitu, kita tidak boleh hanya bermimpi saja, kita perlu kerja keras dan berjuang dalam mencapai mimpi kita tersebut. Jangan pernah putus asa dan takut gagal dalam meraih impian, karena sesuatu yang kita inginkan tidak dapat diraih secara instan. Bahkan, mie instan saja harus melalui proses terlebih dahulu baru bisa kita makan.

Yang terpenting adalah nikmati segala proses yang dijalani dan percaya apa yang kita lakukan tidak akan pernah sia-sia. Seperti pepatah mengatakan “hasil tidak akan pernah mengkhianati proses” begitupun dalam proses meraih impian kita. Semakin kita berjuang dalam berproses, semakin manis pula hasilnya nanti. Jadikan kegagalan untuk pembelajaran dan yakin dengan apa yang kita lakukan.

Ketika berjuang, kita juga perlu meminta dukungan dari orang lain, terutama orang terdekat kita, karena hal tersebut dapat berdampak positif untuk kita. Jangan lupa juga untuk selalu berdoa dalam setiap proses usaha yang kita lakukan, karena usaha yang kita lakukan tidak akan berbuah manis jika tidak dibarengi doa.

Kemudian yang terakhir, jangan lupakan orang disekitarmu ketika kamu sudah sukses nanti. Jadilah pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, karena sebenarnya orang yang sukses itu adalah orang yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Referensi:
1. Riana, Merry. 2018. Kisah Hidup Merry Riana, diakses dari merryriana.com/personal/kisah-hidup-merry-riana/ pada 31 Mei 2018.
2. Finansialku. 2015. Kisah Sukses Merry Riana – Mimpi Sejuta Dolar, diakses dari https://www.finansialku.com/kisah-sukses-merry-riana-mimpi-sejuta-dolar/ pada 31 Mei 2018.
*Penulis: Aldi Eka Ahmad Jajuli