Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PENGERTIAN MONERA: Eubacteria atau Bakteri dan Archaebacteria atau Archae

Sahabat portal ilmu, mempelajari tentang semua hal yang berkaitan dengan makhluk hidup memang merupakan sesuatu yang menarik. Biasanya, untuk mempelajari makhluk hidup ini berhubungan dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Khususnya, pada materi Biologi.

Jika sebelumnya, kita telah belajar banyak hal tentang keanekaragaman hayati dan virus. Kali ini, kita akan belajar tentang monera. Apa itu monera? Apa saja kingdom monera dan bagaimana penjelasan dari masing – masing kingdom tersebut.

Artikel ini akan membahas semua hal tentang monera. Kalian akan dapat memahami tentang kingdom monera yang terdiri dari bakteri dan archae. Oleh karena itu sahabat portal ilmu, perhatikan baik – baik setiap penjelasan di bawah ini, yaa..

Pengertian Monera dan Ciri – Ciri Kingdom Monera (eubacteria atau bakteri dan archaebacteria atau archae)

Monera atau organisme prokariota ini berasal dari bahasa Yunani. Monera ini berarti tunggal. Monera juga memiliki ciri – ciri untuk membedakan dengan organisme yang lain. Adapun ciri – ciri yang dimiliki oleh monera yaitu sebagai berikut.

Pertama, monera merupakan uniseluler atau bersel satu. Kedua, monera tidak memiliki membran inti atau prokariota. Monera juga memiliki kingdom. Kingdom monera ini terdiri dari dua, yaitu eubacteria atau bakteri dan archaebacteria atau archae. Masing – masing ciri – ciri dari kingkom tersebut dapat dijabarkan di bawah ini

Bakteri atau Eubacteria

Bakteri atau eubacteria memiliki ciri – ciri yang mungkin sama dan/ atau berbeda dengan  archaebacteria atau archae . Ciri – ciri dari bakteri atau eubacteria, yaitu sebagai berikut. Pertama, bakteri merupakan organisme yang bersel tunggal atau uniseluler.

Kedua, inti sel bakteri tidak memiliki membran inti atau prokariotik. Ketiga, ukuran sel bakteri berkisar antara 1 – 5 µm, di mana setiap 1 µm sama dengan 1/1000 mm.

Keempat, bakteri bergerak dengan flagela atau pili. Kelima, beberapa jenis bakteri berperan penting untuk proses penguraian zat –zat organik. Keenam, bakteri hidup di berbagai lingkungan atau habitat. Ketujuh, bakteri berkembang biak secara aseksual dengan cara membelah diri.

Setelah memahami tentang ciri – ciri bakteri atau eubacteria, selanjutnya akan dijelaskan tentang struktur dari bakteri atau eubacteria di bawah ini.

Struktur Bakteri atau Eubacteria

Bakteri atau eubacteria memiliki struktur. Adapun struktur dari bakteri ini terdiri dari struktur bagian luar sel, struktur bagian dalam sel, flagela, dan pili atau fimbriae. Adapun penjelasan dari masing – masing struktur bakteri yaitu sebagai berikut.

Struktur bagian luar sel. Struktur bagian luar sel bakteri ini terdiri dari dinding sel, kapsul, dan membran plasma. Adapun bagian ini memiliki fungsinya masing – masing. Membran sitoplasma terdiri dari lapisan lipoprotein atau fosfolipid dan protein yang memiliki sifat permeabel.

Membran sitoplasma ini berperan untuk mengatur keluar masuknya zat – zat yang ada di dalam sel bakteri. Dinding sel, memiliki fungsi untuk melindungi dan memberi bentuk pada sel bakteri. Dinding sel ini terdiri dari hemiselulosa dan senyawa peptidoglikan. Senyawa ini terdiri dari protein dan asam amino.

Kapsul merupakan bagian yang paling luar. Kapsul ini berupa lapisan lendir. Kapsul memiliki fungsi untuk pelindung sel. Selain itu, dapat digunakan untuk cadangan makanan. Adapun gambar dari struktur bakteri atau eubacteria yaitu sebagai berikut:

Struktur bakteri

Struktur bagian dalam sel. Struktur bagian dalam sel bakteri terdiri dari DNA, mesosom, plasmid, ribosom, dan endospora. Adapun penjelasan dari masing – masing bagian ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

Mesosom merupakan suatu bagian dari membran sitoplasma yang mengalami pelipatan. Mesosom ini berperan dalam sintesis dinding sel dan pada pembelahan nukleus atau inti sel. DNA merupakan bagian materi inti genetik. DNA ini sebagai pembawa sifat pada makhluk hidup, terutama bakteri.

Endospora merupakan spora atau struktur yang memiliki dinding yang tebal. Dinding tebal ini terbentuk pada saat kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan bagi bakteri. Kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, seperti panas, dingin, dan kering.

Endospora akan kembali menjadi sel bakteri pada saat kondisi lingkungan mulai membaik. Plasmid ini berbentuk seperti cincin. Plasmid terdapat di bagian dalam sitoplasma. Plasmid ini berfungsi untuk alat pertahanan sel terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim.

Ribosom merypakan suatu bagian dari organel sel yang memiliki peran utama dalam proses sintesis protein yang berada di dalam sel.

Flagela. Flagela merupakan suatu alat gerak bakteri. Flagela ini memiliki bentuk seperti rambut dan tersusun dari senyawa protein yang dinamakan dengan flagelin. Jumlah dan letak flagela dijadika salah satu dasar dalam penggolongan bakteri.

Pili atau fimbriae. Pili ini memiliki bentuk seperti benang filamen. Pili hanya dimiliki oleh bakteri gram negatif. Ukuran pili lebih kecil, pendek, dan lebih banyak dari flagela. Pili tidak memiliki fungsi sebagai alat gerak. Namun, pili memiliki fungsi sebagai gerbang masuknya bahan genetik selama berlangsungnya proses konjugasi.

Setelah memahami tentang struktur dari bakteri. Di mana bakteri memiliki empat struktur dengan fungsinya masing – masing. Selanjutnya akan dijelaskan tentang penggolongan bakteri.

Pelajari juga: Pengertian Pertumbuhan dan Perkecambahan pada Tumbuhan

Penggolongan Bakteri atau Eubacteria

Penggolongan bakteri dilakukan dengan beberapa cara yang didasarkan pada letak flagela pada sel bakteri. Kemudian, didasarkan pada bentuk tubuh bakteri. Ketiga, didasarkan pada pewarnaan gram. Keempat, didasarkan pada kebutuhan oksigen. Kelima, di dasarkan pada cara hidupnya.

Keenam, didasarkan pada pembagian di dalam filum atau divisi. Masing –masing penggolongan bakteri ini memiliki makna yang berbeda. Adapun penjelasan dari masing – masing penggolongan bakteri dapat dijelaskan sebagai berikut.

Penggolongan bakteri berdasarkan pada letak flagela pada sel bakteri. Penggolongan ini dibagi menjadi empat, yaitu monotrik, lopotrik, amfitrik, dan peritrik. Masing –masing dapat dijelaskan sebagai berikut.

Lopotrik merupakan bakteri yang memiliki dua atau lebih flagela. Yang terletak di salah satu ujung selnya. Amfitrik merupakan bakteri yang memiliki dua atau lebih flagela yang terletak di kedua ujung selnya.

Monotrik merupakan bakteri yang hanya memiliki satu flagela yang berada pada salah satu ujung selnya. Peritrik merupakan bakteri yang memiliki flagela yang berada di seluruh permukaan selnya.

Penggolongan bakteri yang berdasarkan pada bentuk tubuh bakteri. Penggolongan ini dibagi menjadi empat bagian, yaitu vibrio atau koma, spirilum atau spiral, basil atau batang, dan kokus atau bulat. Adapun penjelasan dari masing- masing bagian tersebut yaitu sebagai berikut.

Vibrio atau koma misalnya pada bakteri Vibrio cholerae merupakan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit kolera. Spirilum atau spiral, misal pada bakteri Trponema palidum.

Basil atau batang, merupakan monobasil seperti bakteri E. coli, Salmonella thypi dan streptobasil terdiri dari bakteri Azotobacter dan Bacillus antracis.

Kokus atau bulat merupaka streptokokus seperti bakteri S. thermophillus, diplokokus seperti bakteri D. pneumoniae, dan stafilokokus seperti bakteri S. Aureus.

Penggolongan bakteri berdasarkan pewarnaan gram. Pewarnaan gram ini memiliki tujuan. Uji pewarnaan gram yang dilakukan oleh bakteri ini digunakan untuk mengetahui perbedaan struktur dinding sel.

Ada dua jenis bakteri yang didasarkan pada perbedaan pewarnaan gram yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Adapun penjelasan dari masing – masing pewarnaan gram ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pertama, bakteri gram positif. Bakteri gram positif ini memberikan warna ungu pada pengecatan gram. Hal ini disebabkan dinding peptidoglikannya tebal. Lebih lanjut, bakteri gram positif ini memiliki dinding sel yang lebih sederhana.

Meskipun demikian, bakteri gram positif ini lebih tentang dibandingkan dinding sel bakteri gram negatif. Ketebalan bakteri gram positif yaitu sekitar 20 – 25 nm. Adapun contoh dari bakteri gram positif yaitu Aerococcus, Leuconostoc.

Kedua, bakteri gram negatif. Bakteri gram negatif ini memiiki dinding sel bakteri yang lebih  tipis dibandingkan dengan bakteri gram positif. Ketebatalan dinding sel bakteri gram negatif ini yaitu sekitar 10 – 15 nm.

Bakteri gram negatif ini memiliki kandungan peptidoglikan yang lebih sedikit. Meskipun demikian, bakteri gram negatif memiliki struktur yang lebih kompleks. Lebih lanjut, bakteri gram negatif dapat memberikan pewarnaan merah pada saat diuji pengecatan gram.

Warna merah tersebut disebabkan dinding peptidoglikannya tipis. Kemudian, sel bakteri gram negatif ini dilapisi oleh periplasma dan membran luar lipoprotein. Pada umumnya, jenis bakteri gram negatif ini merupakan bakteri yang memiliki sifat patogen. Adapun contoh dari bakteri gram negatif yaitu E. coli, Shigella, Salmonella tyhi, dan Enterobacter cloacae.

Penggolongan bakteri berdasarkan pada kebutuhan oksigen. Penggolongan ini dibagi menjadi lima jenis, yaitu bakteri aerob obligat, bakteri anaerob fakultatif, bakteri anaerob obligat,bakteri anaerob aerotoleran, dan bakteri mikroaerofilik. Di mana masing – masing bakteri dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pertama, bakteri mikroaerofilik merupakan suatu jenis bakteri yang menggunakan oksigen untuk respirasi. Meskipun demikian, hanya dapat hidup dengan konsentrasi oksigen yang rendah. Adapun contoh dari bakteri mikroaerofilik yaiti Campylobacter fetus merupakan bakteri yang dapat menyebabkan aborsi spontan pada hewan ternak.

Kedua, bakteri aerob obligat merupakan suatu kelompok bakteri yang membutuhkan gas oksigen dalam proses respirasi. Contoh dari bakteri aerob obligat yaitu Acitenobacter baumanii merupakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan.

Ketiga, bakteri anaerob obligat merupakan bakteri yang tidak membutuhkan gas oksigen. Hal tersebut disebabkan dapat merusak sel bakteri tersebut. Contoh dari bakteri anaerob obligat yaitu Clostridium tetani merupakan bakteri yang dapat menyebabkan tetanus.

Keempat, bakteri anaerob fakultatif merupakan bakteri yang membutuhkan gas oksigen. Meskipun demikian, bakteri ini masih dapat hidup tanpa harus menggunakan oksigen. Contoh dari bakteri anaerob fakultatif yaitu Escherichia coli di mana bakteri ini dapat ditemukan dalam usus manusia.

Kelima, bakteri anaerob aerotoleran, merupakan suatu bakteri yang tidak menggunakan oksigen. Meskipun demikian, masih dapat hidup di tempat yang mengandung oksigen. Contoh dari bakteri anaerob aerotoleran yaitu Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus lactis yang dapat digunakan untuk industri pembuatan yoghurt dan keju.

Penggolongan bakteri berdasarkan pada cara hidup. Penggolongan jenis ini dibedakan menjadi dua yaitu bakteri autotrof dan bakteri heterotrof. Masing –masing masih dibedakan lagi, yang dapat dijabarkan dalam penjelasan di bawah ini.

Pertama, bakteri autotrof merupakan suatu jenis bakteri yang dapat mensintesis makanannya sendiri dari zat anorganik menjadi zat organik. Bakteri autotrof ini dibedakan menjadi dua yaiatu bakteri fotoautotrof dan bakteri kemoautotrof. Masing –masing dapat dijelaskan sebagai berikut.

Bakteri fotoautotrof ini mendapatkan sumber energi untuk proses sintesis makanan berasal dari cahaya atau melalui fotosintesis. Contoh dari bakteri fotoautotrof yaitu bakteri sulfur hijau atau Chlorobium, sianobakteria atau Anabaena, dan bakteri sulfur ungu atau Chromatium.

Bakteri kemoautotrof merupakan bakteri yang menggunakan senyawa kimia sebagai sumber energi yang digunakan untuk sintesis senyawa organik. Contoh dari bakteri kemoautotrof yaitu bakteri nitrifikasi (Nitrosomonas dan Nitrobacter) dan Thiobacillus.

Kedua, bakteri heterotrof merupakan suatu bakteri yang tidak dapat mensintesis makanannya sendiri. Bakteri ini memanfaatkan bahan organik dari organisme yang lain. Bakteri heterotrof ini dibedakan menjadi dua yaitu parasit dan saprofit. Masing – masing dapat dijelaskan di bawah ini.

Saprofit merupakan suatu bakteri yang memperoleh makanan  dari sisa - sisa organisme yang telah mati. Organisme yang telah mati ini seperti bangkai hewan dan sampah organik. Contoh dari saprofit yaitu E. coli.

Parasit merupakan suatu bakteri yang mengambil makanan dari organisme yang lain atau inangnya. Hal ini dapat merugikan inangnya. Contoh dari parasit yaitu Mycobacterium tuberculosis.

Penggolongan bakteri berdasarkan pada pembagian dalam filum atau divisi. Penggolongan ini dibedakan menjadi lima filum, yaitu proteobacteria, bakteri gram positif, spirochetes, chlamydias, dan cyanobacteria atau ganggang hijau – biru. Masing – masing dapat dijelaskan di bawah ini.

Cyanobacteria atau ganggang hijau – biru merupakan suatu kelompok yang mengandung beberapa macam pigmen. Pigmen tersebut seperti klorofil atau pigmen hijau, fikosianin atau pigmen biru, karotenoid atau pigmen jingga, dan beberapa pigmen tambahan yang dapat  menyebabkan menjadi berwarna – warni.

Pigmen klorofil ini dapat membuat bakteri mampu untuk melakukan suatu proses fotosintesis. Adapun contoh dari cyanobacteria yaitu sebagai berikut:

  1. Ganggang hijau – biru bentuk benang atau filamen, contohnya yaitu Nostic, Oscillatoria, Anabaena.
  2. Ganggang hijau – biru bersel satu , contohnya yaitu Gleocapsa, Chroococcus.
  3. Ganggang hijau – biru bentuk koloni, contohnya yaitu Polycyshis.

Chlamydias merupakan suatu kelompok bakteri yang memiliki ukuran yang paling kecil. Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit bagi sel makhluk hidup yang lain. Contoh dari Chlamydias yaitu Chlamydia psittaci di mana bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada mata.

Spirochetes. Kelompok dari Spirochetes ini bukan merupakan suatu kelompok yang besar. Meskipun demikian, keberadaan dari kelompok Spirochetes ini dapat mempengaruhi kehidupan manusia.

Hal tersebut disebabkan beberapa jenis bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Contoh dari Spirochetes yaiatu Treponema pallidium di mana bakteri ini dapat menyebabkan penyakit sifilis.

Proteobacteria merupakan suatu kelompok bakteri yang terbesar. Proteobacteria sendiri dikelompokkan menjadi bakteri ungu yang memiliki sifat fotoautotrof, preteobacteria kemoheterotrof dan proteobacteria kemoautotrof. Contoh dari Proteobacteria yaitu bakteri Escherichia coli.

Bakteri gram positif di mana pada kelompok bakteri gram positif ini, beberapa bakterinya ada yang dapat melakukan fotosintesis atau fotoautotrof.

Meskipun demikian, ada juga yang bersifat kemoheterotrof, dan ada juga yang membentuk endospora (merupakan struktur yang memiliki sifat tahan terhadap panas) pada saat lingkungan terdapat sedikit makanan. Contoh dari bakteri gram positif yaitu bakteri Bacillus sp. dan Clostridium sp.

Setelah mempelajari tentang tata cara penggolongan bakteri yang dibagi menjadi enam cara. Selanjutnya, dijelaskan tentang reproduksi bakteri.

Reproduksi Bakteri atau Eubacteria

Bakteri melakukan reproduksi dengan dua cara yaitu reproduksi aseksual dan reproduksi seksual. Masing – masing reproduksi, baik aseksual dan seksual, dapat dijelaskan sebagai berikut.

  • Reproduksi aseksual atau tidak kawin. Reproduksi ini dilakukan dengan cara membelah diri secara biner.
  • Reproduksi seksual atau kawin. Reproduksi ini dapat terjadi dalam tiga cara yaitu konjugasi, transformasi, dan transduksi. Masing –masing cara dalam reproduksi seksual atau kawin dapat dijelaskan sebagai berikut.

Transduksi merupakan suatu proses pemindahan materi genetik atau DNA melalui perantara atau infeksi virus.

Transformasi merupakan pemindahan satu gen atau DNA bakteri ke sel bakteri yang lain melalui proses fisiologis.

Konjugasi merupakan suatu cara reproduksi dengan memindahkan materi genetik melalui kontak langsung antarbakteri.

Demikian pemaparan tentang dua proses reproduksi bakteri, baik secara seksual maupun secara aseksual. Selanjutnya akan dijelaskan tentang peranan dari bakteri.

Peranan Bakteri atau Eubacteria dalam Kehidupan Manusia

Sama halnya dengan organisme yang lain, bakteri juga memiliki peranan dalam kehidupan manusia. Peranan yang dimilliki bakteri dalam kehidupan manusia dapat menguntungkan, namun juga dapat merugikan. Masing –masing peranan akan dijelaskan di bawah ini.

Bakteri yang menguntungkan. Bakteri yang menguntungkan ini dibagi menjadi bakteri pengikat nitrogen pada tanaman, bakteri nitrifikasi, bakteri penghasil antibiotik, dan bakteri dalam industri makanan. Penjelasan lebih lanjut tentang bakteri ini sebagai berikut.

Pertama, bakteri pengikat nitrogen pada tanaman. Beberapa bakteri yang berperan untuk mengikat nitrogen dari udara bebas, yaitu Azetobacter vinelandii, Clostridium pasteurianum, dan Rhizobium leguminosarum yang melakukan simbiosis dengan tanaman polong – polongan.

Adapun reaksi fiksasi dari N2 dapat dijelaskan sebagai berikut.

ATP

2N2 + 6H2O → 4NH3 + 3O2

Bakteri

Kedua, bakteri nitrifikasi. Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus dapat melakukan proses nitrifikasi dengan cara mengubah amonia atau NH3 menjadi nitrit atau NO2. Sedangkan, bakteri Nitrobacter dapat mengubah nitrit atau NO2 menjadi nitrat atau NO3.

Adapun reaksinya dapat dijelaskan sebagai berikut.

Nitrodomonas

2NH3 + 3O2 → 2 HNO2 + 2 H2O + energi

Nitrosococcus

2HNO2 + O2 → 2 HNO3 + energi

Nitrosococcus

Ketiga, bakteri penghasil antibiotik. Bakteri ini terdiri dari

  1. Bakteri Streptomyces griseus jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Streptomisin,
  2. Bakteri Streptomyces rimosus, jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Terasiklin,
  3. Bakteri Streptomyces venezuelae jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Chloramphenicol.
  4. Bakteri Streptomyces aureofaciens, jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Aureomisin.
  5. Bakteri Bacillus polymixa jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Polimiksin.

Keempat, bakteri dalam industri makanan. Bakteri ini terdiri dari

  1. Bakteri Lactobacillus bulgaricus, produk makanan yang dihasilkan yaitu Yoghurt.
  2. Bakteri Acetobbacter xylinum, produk makanan yang dihasilkan yaitu Nata de coco.
  3. Bakteri Lactobacillus casei, produk makanan yang dihasilkan yaitu Yakult.
  4. Bakteri Streptococcus lactis, produk makanan yang dihasilkan yaitu Mentega.
  5. Bakteri Acetobbacter sp., produk makanan yang dihasilkan yaitu Asam cuka.

Bakteri yang merugikan. Bakteri yang merugikan ini terdiri dari bakteri yang menjadi penyebab penyakit pada manusia, bakteri yang menjadi penyebab penyakit pada hewan ternak, dan terakhir, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman. Masing –masing dijelaskan lebih lanjut, sebagai berikut.

Pertama, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia, yaitu sebagai berikut

  1. Bakteri Clostridium tetani yang dapat menyebabkan penyakit tetanus.
  2. Bakteri Salmonella tphosa yang dapat menyebabkan penyakit tipus.
  3. Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyebabkan penyakit TBC.
  4. Bakteri Diplococcus pneumoniae yang dapat menyebabkan penyakit radang paru – paru.
  5. Bakteri Shigella dysentriae yang dapat menyebabkan penyakit disentri atau pencernaan.

Kedua, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan ternak, yaitu sebagai berikut.

  1. Bakteri Bacillus anthracis yang dapat menyebabkan penyakit antraks pada sapi.
  2. Bakteri Cytophaga columnaris yang dapat menyebabkan penyakit penyakit pada ikan.
  3. Bakteri Streptococcus agalactia yang dapat menyebabkan penyakit radang payudara sapi.
  4. Bakteri Actinomyces bovis yang dapat menyebabkan penyakit bengkak rahang pada sapi.

Ketiga, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman, yaitu sebagai berikut.

  1. Bakteri Xanthomonas oryzae yang dapat menyebabkan penyakit menyerang pucuk batang padi.
  2. Bakteri Xanthomonas campestris yang dapat menyebabkan penyakit menyerang tanaman kubis.
  3. Bakteri Pseudomonas solenacearum yang dapat menyebabkan penyakit daun layu pada terung – terungan.
  4. Bakteri Erwinia amylovora yang dapat menyebabkan penyakit busuk pada buah – buahan.
  5. Bakteri Xanthomonas citri yang dapat menyebabkan penyakit nekrosis pada tanaman jeruk.

Setelah memahami tentang manfaat bakteri bagi kehidupan manusia, baik yang menguntungkan maupun merugikan. Selanjutnya, akan dijelaskan tentang Archaebacteria. Archaebacteria merupakan kingdom kedua dari bakteri yang dikenal juga dengan nama archae.

Archaebacteria atau Archae

Sama halnya dengan bakteri, Archaebacteria memiliki ciri – ciri sebagai berikut. Pertama, Archae merupakan organisme bersel satu. Kedua, archae hidup pada kondisi lingkungan yang ekstrim. Ketiga, archae memiliki dinding sel yang tidak mengandung peptidoglikan.

Ciri yang keempat, sel dalam archae belum memiliki membran inti atau prokariotik, meskipun demikian ribosomnya mirip dengan ribosom eukariotik. Kelima, membran plasma archae mengandung lipid. Ciri yang terakhir atau ke enam, rata – rata archae memiliki ukuran 0, 1 µm – 15 µm.

Setelah memahami keenam ciri dari Archaebacteria atau archae. Selanjutnya akan dijelaskan tentang golongan Archaebacteria.

Golongan Archaebacteria atau Archae

Archaebacteria atau Archae terdiri dari tiga golongan, yaitu Metanobaceria, Halobacterium, dan Thermoplasma. Masing – masing golongan dapat dijelaskan sebagai berikut.

Golongan pertama, Thermoplasma. Thermoplasma ditemukan di dalam air asam yang berasal dari mata air belerang yang panas.

Golongan kedua, Halobacterium. Halobacterium ini merupakan jenis halofil yang hidup pada kondisi yang ekstrim dengan kadar garam yang tinggi. Halobacterium ini dapat dijumpai di Laut Mati dan Great Salt Lake.

Golongan ketiga, Metanobacteria. Metanobacteria merupakan suatu bakteri yang bersifat hemoautotrof. Di mana Metanobacteria ini mampu menghasilkan gas metana atau CH4 dan tidak membutuhkan oksigen atau anaerob.

Contoh dari Metanobacteria yaitu bakteri Succinomonas amylolytica yang hidup di saluran pencernaan pada hewan sapi.

Sahabat portal ilmu, sudah pahamkah kalian tentang monera? Seperti yang dijelaskan di atas bahwa monera memiliki dua kingdom yaitu bakteri dan archae. Archaebacteria atau Archae dan Bakteri atau Eubacteria merupakan organisme bersel satu atau tunggal.

Selain itu, bakteri dan archae juga tidak memiliki membran inti. Meskipun demikian, masing – masing kingdom, baik bakteri maupun archae juga memiliki perbedaan ciri – ciri, seperti ukuran dari bakteri dan archae.

Lebih lanjut, penggolongan untuk bakteri dan archae pun juga tidak sama. Di mana bakteri memiliki enam cara dalam penggolongan, sedangkan archae memiliki tiga cara dalam penggolongannya. Sama halnya dengan organisme yang lain bakteri memiliki manfaat yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan manusia.

Sekalipun memiliki dampak yang merugikan, bakteri tetap dibutuhkan untuk kehidupan manusia, terutama bakteri yang bersifat baik. Salah satu contohnya  dalam industri makanan seperti yakult dan yoghurt yang biasa kita konsumsi ternyata membutuhkan bakteri dalam pembuatannya.

Demikian sahabat portal ilmu, pemaparan kita tentang materi pengertian monera. Semoga artikel ini dapat membantu kalian semua untuk memahami lebih jauh tentang semua hal yang berkaitan dengan monera dan kingdomnya yaitu bakteri dan archae. Selamat belajar sahabat portal ilmu dan sukses selalu.

Referensi:

Rahardian, R dan Ananda, A. 2012. Mini Book Master Biologi SMA Kelas X, XI, & XI. Jakarta: PT Wahyu Media.