Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

10+ Kumpulan Contoh Teks Anekdot Terupdate

Ada beberapa jenis teks dalam pelajaran bahasa Indonesia yang penting untuk kita pelajari. Salah satu jenis teks tersebut adalah teks anekdot. Penjelasan yang lebih mendetail dan lengkap mengenai pengertian teks anekdot  kita bahas secara terpisah di dalam artikel lain. Jadi, artikel kali ini akan lebih banyak menguraikan aneka contoh teks anekdot. Agar lebih jelas, menarik dan mudah dipahami.

Secara singkat, teks anekdot dapat dipahami sebagai suatu teks yang di dalamnya memuat tentang suatu hal yang lucu atau berbau humor. Jadi, teks anekdot ini dibuat sebagai suatu bentuk penghiburan. Dalam suatu teks anekdot, terdapat struktur meliputi : abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, koda.

Agar lebih jelas, mari kita langsung melihat pada beberapa contoh teks anekdot terkait beberapa tema berikut ini.

Contoh Teks Anekdot Singkat

Dilanjutkan saja

Didit merasa galau di hari yang cerah ini. Ia merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Didit pun memutuskan untuk pergi ke dokter.

Didit : "Dokter, saya galau. Ada yang salah dengan tubuh saya.

Dokter : “Loh, kenapa Pak? Kalau salah ya dikoreksi.”

Didit : “Begini dok, kerjaan saya di kantor banyak sekali.”

Dokter : “Loh, kalau masalah pekerjaan, Bapak temui Bos bapak saja. ”

Didit : “Bukan itu dok. Kerjaan kantor itu bikin saya suka pusing.”

Dokter : "Ya kalau suka dilanjutkan saja,"

Bagian-Bagian Struktur dari Teks Anekdot 'dilanjutkan saja':

  • Abstraksi : Didit merasa galau di hari yang cerah ini
  • Orientasi : Ia merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Didit pun memutuskan untuk pergi ke dokter..
  • Krisis : “Loh, kalau masalah pekerjaan, Bapak temui Bos bapak saja..”
  • Reaksi : “ukan itu dok. Kerjaan kantor itu bikin saya suka pusing.”
  • Koda : “Ya kalau suka dilanjutkan saja.”

Contoh Teks Anekdot Layanan Publik

Cabut Gigi Gratis

Abstraksi : Sebuah puskesmas sedang mengadakan program cabut gigi gratis bagi pemegang kartu BPJS kelas III.

Orientasi : Anton membaca informasi tersebut. Kebetulan, ia memegang kartu BPJS kelas III dan ingin mengikuti program tersebut.

Krisis : Dengan semangat, Anton menemui dokter dan menunjukkan gigi -giginya yang masih tersusun rapi dan kokoh.

Reaksi :  "Dokter gigi memeriksa gigi Anton dan bingung. Semua gigi Bapak masih utuh dan bagus. Lalu, gigi mana yang mau dicabut?"

Koda :  "Semua sekalian tidak apa -apa pak. Mumpung gratis."

Contoh Teks Anekdot tentang Lingkungan

Merawat Pohon

Abstraksi : Untuk melestarikan lingkungan hidup, dibuat kampanye pelestarian lingkungan hidup. Di sebuah taman dengan banyak pepohonan, terdapat tulisan "Sayangilah aku, seperti keluargamu."

Orientasi : Di suatu malam, Luluk melintasi taman tersebut dan melihat tulisan tersebut.

Krisis : Luluk berhenti sejenak, lalu mengambil kain di dalam tasnya. Ia menutupi pepohonan di sana dengan kain, satu per satu. "Untung saya membawa banyak kain."

Reaksi : Lila yang melihatnya bertanya, "Kenapa kamu menutupi pepohonan itu dengan kain?"

Koda : "Aku takut mereka kedinginan. Bukankah kita harus menyayanginya seperti keluarga? Begitulah aku memperlakukan keluargaku."

Contoh Teks Anekdot tentang Sosial

Warisan

Abstraksi

Pak Somat sedang terbaring di rumah sakit. Kondisi kesehatannya sedang buruk. Ia merasa perlu untuk bertemu dengan seluruh anggota keluarganya. Ia pun meminta suster memanggilkan seluruh keluarganya ke dalam kamar.

Orientasi

Seluruh anggota keluarga Pak Somat pun berkumpul. Mereka mengelilingi tempat tidur Pak Somat. Si suster ikut mendengarkan dari balik pintu.

Krisis

Dengan mata berkaca -kaca, Pak Somat berpesan, "Kau Istriku yang begitu setia. Untukmu Aku tinggalkan Perumahan Mega Mendung. Kau putra sulungku yang bijaksana, Aku harap kau bisa merawat Apartemen Bunga Bakung. Kau putriku satu -satunya, semoga kau cukup puas dengan Deretan Villa di Paradise Land. Dan Kau putra bungsuku yang tampan, meski pun masih kecil, Aku harap kau bisa menerima Apartemen Tanah Merah."

Reaksi

Suster tersenyum pada Bu Somat, dan berkata "Wah Bu, bapak baik sekali ya. Ia sangat memikirkan masa depan keluarganya. Ia meninggalkan warisan yang sangat banyak. Anda sekeluarga bisa hidup senang sampai tujuh turunan."

Koda

Sambil meringis, Bu Somat berkata "Yang diwariskan itu adalah rute pengantaran koran. Kalau tidak bekerja mengantar koran, ya mana bisa makan kita.”

Demikian kumpulan contoh teks anekdot dari portal-ilmu.com yang akan terus ditambah. Jika ingin menambahkan atau ada yang kurang bisa beritahu kami dikolom komentar atau di fanspage @portalilmucom. Semoga bermanfaat dan selamat belajar.

*Penulis: Hasna Wijayati