Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Shalat Istikharah: Pengertian, Niat, Tata Cara, Keutamaan beserta Doanya

Shalat Istikharah: Pengertian, Niat, Tata Cara, Keutamaan beserta Doanya

Assalamu’alaikum sahabat Portal-Ilmu, dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salah satu shalat sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan ketika kita merasa bingung atau ragu-ragu.

Bingung dalam hal apa???

Terkadang dalam menentukan sebuah pilihan kita merasa ragu, apakah pilihan tersebut baik atau buruk. Nah, untuk mengantisipasi kesalahan dalam mengambil keputusan maupun pilihan kita perlu melaksanakan shalat istikharah. Langsung saja kita akan membahasnya dari segi pegertian, tata cara pelaksanaannya maupun keutamaan dari shalat istikharah itu sendiri.

Pengertian

Secara lughawi atau bahasa istikharah berasal dari bahasa arab (استخار( - يستخير yang berarti meminta kebaikan pada sesuatu. Sedangkan ulama’ menjelaskan secara maknawi atau istilah, istikharah adalah “meminta pilihan”. Maksudnya adalah meminta kepada Allah SWT agar dipilihkan sesuatu yang terbaik menurutNya.

Shalat istikharah dapat dilakukan ketika kita akan menentukan sebuah pilihan. Namun, tidak menutup kemungkinan shalat istikharah juga dapat dilakukan ketika kita sudah mempunyai pilihan. Perbedaannya adalah, yang pertama sebagai upaya untuk menetukan pilihan dan yang kedua sebagai upaya untuk memantapkan pilihan.

Allah telah menerangkan hal ini dalam (Q.S Al-Baqarah:216)

Artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu amat menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Niat dan Tata Cara Pelaksanaannya

Shalat istikharah dapat dilakukan kapan saja tidak ada patokan waktu. Shalat istikharah berjumlah 2 rakaat, tata cara pelakasanaannya pun sama dengan shalat-shalat sunnah lainnya. Yang membedakan adalah niat dan rakaatnya.

Agar lebih jelas berikut tata cara pelaksanaan shalat istikharah:

1. Takbiratul Ihram dan melafalkan niat shalat istikharah dalam hati

Lafal niat shalat istikharah:

Ushollii sunnatal istikharati rak’ataini lillaahi ta’aalaa

Artinya: aku niat shalat istikharah 2 rakaat karena allah ta’ala

2. Membaca do’a iftitah

Bisa menggunakan 2 do’a iftitah yang sudah umum digunakan, yaitu:

Allahuakbaru kabiiraw walhamdulillahi katsiran, wa subhaanallahi bukrataw

wa’ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil’aalamiina. La syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya :Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukanNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itu aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri.

Atau

Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi, allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad dana. Allahumaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji wal barad

Artinya: ”Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah segala kesalahanku dengan air, salju dan air embun sebersih-bersihnya.”

3. Membaca Surat Al Fatihah dan surat -surat lain yang ada di Al-Qur’an

Bacaan surat yang umumnya dibaca di dalam shalat Istikharah menurut anjuran ulama’yaitu:

  • Rakaat pertama setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, membaca Surat Al-Fatihah dan dilanjut Surat Al-Kafirun.
  • Rakaat kedua membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas

(hukum membaca surat Al Kafirun dan Al Ikhlas ketika istikharah merupakan sunnah, dan bisa digantikan dengan surat-surat lain)

4. Ruku’ sambil membaca do’a ruku’

Subhaana robbiyal adhiimi 3x

Artinya : Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung

5. I’tidal sambil membaca doa i’tidal

Robbanaa lakal hamdu mil ‘ussamaawaati wa mil’ul ardhi wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du

Artinya: “ya tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu.”

6. Sujud sambil membaca doa sujud

Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih 3x

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagiNya.”

7. Duduk di antara dua sujud dan membaca do’a

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii

Artinya: “ya allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan angkatlah derajatku dan beria rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

8. Kemudian sujud lagi dan membaca do’a sujud

9. Mengulangi gerakan dan bacaan seperti pada rakaat pertama

10. Tahiyat akhir sambil membaca do’a tahiyat akhir

Attahiyaatul mubarokaatush sholawatut toyyibatulillah Assalamu’alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullohi wabarokaatuh Assalamualaina wa ‘alaa ‘ibaadil laahish shoolihin Asyhadu anlaa ilaaha il llaoh wa asyhadu anna muhammadar rosullullah Allahumma sholli ‘alaa sayyidina muhammadin wa ‘alaa aali sayyidina muhammad kammaa shallaita alaa sayyidinaa ibroohim wa alaa sayyidinaa ibroohim Wa barik ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad kamaa baarokta ‘ala sayyidina ibroohim wa a’alaa aali sayyidina ibroohim Fil ‘aalamiina innaka hamiidunmajid.

Artinya: “segala kehormataan, keberkaahan, kebahagiaan dan kebaikan itu kepunyaan Allah. Keselamatan atas engakau wahai nabi muhammad, demikian pula rahmatdan berkah-Nya, keselamatan dicurahkan pula untuk kami dan atas selurruh hamba allah yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan allah. Dan aku bersaksi bahwa nabi muhammad adalah utusan allah. Ya allah! Limpahilah rahmat kepada nabi muhammad. Sebgaimana telah Engkau beri rahmat kepadaa nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas nabi muhammaad beserta para keluarganya. Sebagaimana engkau telaah memberi berkah kepada nabi ibrahim dan keluarganya. Bahwasannya Engkau, tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam.”

11. Salam

12. Membaca do’a istikharah

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَاَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَاَسْئَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ. فَاِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَآاَقْدِرُ وَلَآاَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللّٰهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هَذَااْلاَمْرَ (…) خَيْرٌلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ فَاقْدُرْهُ لِىْ وَيَسِّرْهُ لِىْ ثُمَّ بَارِكْ لِىْ فِيْهِ وَاِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هذَااْلاَمْرَشَرٌّلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ وَعَاقِبَةِ اَمْرِىْ وَعَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّىْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْهُ لِيَ الْخَيْرَحَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِىْ بِهِ

Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadlikal ‘aziimi fa innaka taqdiru wa laa aqdiru wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul guyuub. Allaahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amro (…..) khairul lii fii diinii wa ma’aasyi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fii hi wa in kunta ta’lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii wa ‘aajlihii fashrifhu ‘annii wasrifnii ‘anhu waqdurhu liyal-khaira haitsu kaana tsumma rodh-dhiniibihi.”

“Ya Allah, aku meminta petunjuk kebaikan-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon keputusan-Mu dengan qudrat-Mu dan aku meminta dengan karunia-Mu yang besar, karena sesungguhnya Engkau yang berkuasa sedangkan aku tida berkuasa. Engkau Yang Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan Engkau Yang Maha Mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, sekiranya engkau ketahui bahwa (sebutkan Pilihan yang dihadapi) baik untukku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir dari perkaraku ini, maka takdirkanlah ia untukku, mudahkanlah ia, lalu berkahilah aku padanya.Ya Allah, dan sekiranya engkau mengetahui buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir dari perkaraku ini, maka hindarkanlah aku darinya, kemudian takdirkanlah untukku kebaikan bagaimanapun adanya, lalu berilah aku keridhaan dengannya.” (HR. Ahmad dan Bukhari).

Jawaban Shalat Istikharah

Kemantapan Hati

Jawaban dari shalat istikharah yang disepakati oleh para ulama’ adalah timbul atau munculnya kemantapan hati. Hal ini dapat dilihat ketika hati kita condong terhadap sesuatu yang baik. Adanya perasaan yakin terhadap keputusan yang akan kita pilih itu merupakan jawaban dari shalat istikharah.

Tidak harus berupa mimpi

Kebanyakan dari kita mungkin juga menganggap bahwa jawaban dari istikharah berasal dari mimpi. Hal ini tidak bisa dibenarkan dan juga tidak bisa disalahkan. Seperti kita ketahui, bahwasannya ketika kita tidur belum tentu kita akan bermimpi, pun jika bermimpi belum tentu kita ingat apa yang kita impikan tadi malam. Hal ini juga sesuai dengan hadist yang artinya:

“Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karenanya jawaban shalat istikharah tidak bisa berpatokan hanya pada mimpi saja.

Membaca Al-Qur’an

Mendapat jawaban shalat istikharah juga bisa dari Al-Qur’an, yaitu dengan membuka kitab suci Al-Qur’an secara langsung atau spontan kemudian dibuka lembar-perlembar sampai dengan lembar ke 10. Di lembar ke 10 bagian kanan kita bisa membaca ayat per ayat dan membaca terjemahannya. Kita perlu memahami apakah di terjemahan ayat-ayat tersebut ada hal yang berkaitaan dengan apa yang kita istikharahkan. Jika belum, maka kita perlu untuk mengulangi hingga hari-hari berikutnya sampai kita mendapat jawaban.

Keutamaan

Keutamaan yang kita dapatkan dengan melaksanakan shalat istikharah adalah:

  • Dimudahkan urusannya oleh Allah SWT
  • Dijauhkan dari hal yang buruk, dan didekatan dengan hal yang baik
  • Mendapat jawaban atas bantuan Allah SWT
  • Dihindarkan dari rasa ragu-ragu dalam mengambil keputusan, serta
  • Adanya kemantapan hati atas pilihan yang telah kita pilih

Nah, teman-teman sekarang kita telah mengetahui penjelasan tentang shalat istikharah. Oleh karena itu jangan lupa untuk mengamalkannya ya!

Boleh jadi, suatu saat nanti atau mungkin saat ini kalian sedang mengalami kesulitan karena banyaknya pilihan yang akhirnya membuat kalian bingung. Atau mungkin sudah ada pilihan, tapi masih ragu?

Yuk, laksanakan shalat istikharah!!!

Bibliography

1. Herdianto, D. (2020, Januari 22). Shalat Istikharah : Niat, Tata Cara, Doa, dan Waktu Tepat Shalat Istikharah. Retrieved Mei 2020, from qazwa.id: https://qazwa.id/blog/shalat-istikharah/
2. Rahim, N. A. (n.d.). PANDUAN LENGKAP SHALAT ISTIKHARAH. www.qultummedia.com.
3. Syafri Muhammad Noor, L. (2019). Serba-serbi Shalat Istikharah. Jakarta: Rumah Fiqih Publishing .
4. Wahyoeni. (2019, Desember 28). Doa Shalat Istikharah. Retrieved Mei 2020, from wisatanabawi.com: https://wisatanabawi.com/sholat-istikharah/
*Penulis: Atik Lestari