Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Menjadi Berani Seperti Nawal El Saadawi

Keberanian memang menjadi hal yang sangat mahal bagi setiap orang. Hanya sedikit yang mampu mengalahkan ketakutan dalam dirinya dan menjadi pemenang atas keberanian. Sebenarnya rasa takut adalah hal alami yang dimiliki manusia. Ketakutan lebih sering muncul di pikiran seseorang sebagai antisipasi diri akan terjadinya hal negatif.

Kebanyakan orang tidak berani untuk mencoba karena takut gagal. Padahal, belum tentu semua hal yang belum dicoba akan berakhir pada kegagalan. 

Berbicara tentang keberanian, ada sosok yang layak menjadi ikon dari keberanian tersebut. Dia adalah seorang perempuan  hebat yang berasal dari Mesir. Ia adalah seorang psikiater, politikus, penulis buku dan juga pejuang kesetaraan gender. 

Para aktifis yang memperjuangkan feminisme, pasti tidak asing lagi dengan nama Nawa El Saadawi. Ia adalah sosok perempuan kontroversial yang memiliki keberanian dan komitmen kuat untuk memperjuangkan ketidakadilan, terutama untuk perempuan di negaranya. 

Ia berjuang melalui pemikiran yang dituangkannya dalam buku. Buku-buku yang ditulis oleh Nawal El Saadwi memberikan pengaruh yang sangat besar bagi pergerakan perempuan di tanah Arab, dan bahkan seluruh dunia. Buku-bukunya telah diterjemahkan lebih dari 40 bahasa di seluruh dunia. 

Walaupun menorehkan prestasi di kancah internasional, tetapi karyanya juga menjadi bumerang bagi Nawal El Saadawi. Buku-bukunya sangat berani, tapi berbahaya. Bagaimana tidak, akibat keberaniannya ini, ia pernah dipenjara selama 3 bulan, diasingkan ke negara lain, kehilangan pekerjaan dan bahkan ancaman pembunuhan. 

Ya, bukunya berisi tentang fakta-fakta dan peraturan mengenai perempuan di Mesir. Mulai dari penindasan perempuan, kekerasan seksual, aturan yang berat sebelah, ketidakadilan dan masih banyak lagi.  Dalam bukunya, Nawal El Saadawi dengan terang-terangan menggambarkan keadaan yang terjadi Mesir. Ia menjadi perempuan pertama yang berani bersuara atas ketidakadilan bagi perempuan di Mesir.

Seperti buku karya Nawal El Saadawi yang berjudul Women in Point Zero atau Perempuan di Titik Nol yang telah diterjemahkan ke Bahasa Indoneisa. Buku ini bercerita tentang kisah nyata seorang pegawai seks komersial di dalam penjara dan pada akhirnya di hukum mati atas tindakanya. Selain buku ini, Nawal El Saadawi juga menulis buku yang berjudul Women and Sex, The Hidden face of eva, A Daughter of ISIS, God Dies by Nile dan masih banyak lagi. 

Meski mendapat banyak kecaman, beruntung dedikasinya dan keberanianya tidak terbuang sia-sia. Nawal El Saadawi dinobatkan menjadi salah satu perempuan yang paling berpengaruh di dunia menurut majalah Time. Ia mendapatkan berbagai penghargaan dari banyak negara di dunia. 

Namun sayang, ia masih punya satu mimpi yang tersisa. Mimpinya yang belum tercapai adalah diterima di negaranya. Hal ini terjadi karena tulisan-tulisannya dianggap profokatif bagi pergerakan perempuan untuk melawan negaranya.

Nawal El Saadawi tak pernah gentar dengan segala macam rintangan yang ia hadapi. Bahkan, perempuan yang meninggal pada 21 Maret 2021 ini, hingga akhir hayatnya ia tetap menjadi seorang pemberani dan akan terus dikenang sebagai perempuan pemberani dari tanah Arab.

Dari cerita ini semoga kita bisa menjadi manusia yang lebih berani bertindak di jalan kebenaran. Jangan pernah takut untuk terus berjuang, layaknya seorang kesatria dari tanah arab, Nawal El Saadawi.  

Referensi:

  • Coleman, Jasmine Taylor. 2021. Nawal El Saadawi, tokoh feminis dunia Arab yang 'berani' dan 'berbahaya' tutup usia — 'Kebenaran itu kurang ajar dan berbahaya', diakses dari https://www.bbc.com/indonesia/majalah-56479673
  • Kurnialam, Alkhaledi. 2021. Nawal El Saadawi, Sosok Kontroversial Pembela Hak Perempuan, diakses dari https://www.republika.co.id/berita/qqfk03320/nawal-el-saadawi-sosok-kontroversial-pembela-hak-perempuan
  • Nindita, Hasya. 2021. Nawal El Saadawi: Feminisme adalah Melawan Kapitalisme & Patriarki, diakses dari https://tirto.id/nawal-el-saadawi-feminisme-adalah-melawan-kapitalisme-patriarki-gbvz

*Penulis: Lailatul Lufiah

Posting Komentar untuk "Menjadi Berani Seperti Nawal El Saadawi"