Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Shalat Witir: Pengertian, Niat, Tata Cara beserta Keutamaannya

Assalamu’alaikum Sahabat Portal-Ilmu! Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai shalat sunnah witir. Di bulan ramadhan biasanya shalat witir dilakukan setelah shalat tarawih, sedangkan jika di hari-hari biasa shalat witir dilakukan setelah shalat sunnah tahajud. Untuk lebih lengkapnya mengenai pengertian, niat dan tata cara, serta keutamaan shalat witir alangkah lebih kita simak dalam artikel di bawah ini!

Shalat Witir: Pengertian, Niat, Tata Cara beserta Keutamaannya

Pengertian Shalat Witir

Shalat witir merupakan golongan shalat sunnah, apabila dikerjakan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa. Shalat witir salah satu shalat sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat muslim, karena pahala yang didapatkan akan lebih besar. Witir secara bahasa artinya ganjil, sehingga shalat ini harus dikerjakan dalam jumlah ganjil.

Shalat Witir dapat dikerjakan dengan jumlah berapapun asal jumlahnya ganjil. Batas maksimal menjalankan shalat witir adalah 11 rakaat. Shalat ini bisa dilakukan dengan jumlah 1 rakaat, 3 rakaat, 5 rakaat bahkan sampai dengan 11 rakaat. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Shalat witir dengan jumlah rakaat ganjil ini dimaksudkan sebagai shalat penutup bagi semua jenis shalat malam, termasuk shalat hajat, shalat tahajjud, maupun shalat istiqarah. 

Shalat sunnah ini juga wajib di kerjakan sendiri, tidak boleh berjamaah kecuali saat bulan ramadhan. Shalat witir  3 rakaat selalu dilakukan sebagai penutup shalat tarawih di bulan ramadhan. Biasanya setelah tarawih 8 atau 20 rakaat, imam shalat akan membaca do'a yang kemudian diaminkan seluruh jamaah. Setelah itu bilal menyerukan tanda untuk dimulainya shalat witir sebagai penutup dari shalat tarawih. Ketika Ramadhan, shalat witir biasanya dikerjakan sebanyak 3 rakaat. 2 rakaat pertama ditutup dengan salam kemudian terakhir shalat witir dengan 1 rakaat dan ditutup juga dengan salam.

Niat dan Tata Cara Pelaksanaan

Adapun bacaan-bacaan surat ketika melakukan shalat witir adalah sebagai berikut: 

  • Jika shalatnya satu rakaat maka bacaan surat yang dianjurkan setelah membaca al-fatihah adalah membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas. 
  • Jika shalatnya tiga rakaat maka bacaan surat yang dianjurkan setelah membaca al-fatihah adalah membaca surat al-A’la pada rakaat pertama, membaca surat Al-Kafirun pada rakaat kedua, dan membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas pada rakaat yang ketiga. 
  • Jika shalatnya melebihi tiga rakaat maka disunnahkan membaca surat Al-Qadr di setiap awal rakaat, dan membaca surat al-Kafirun pada rakaat yang kedua. Anjuran ini berlangsung mulai dari rakaat pertama sampai pada rakaat kedelapan. Sedangkan bacaan surat pada rakaat kesembilan mengikuti bacaan yang telah dijelaskan pada poin 2, yaitu membaca surat al-A’la pada rakaat kesembilan, membaca surat al-Kafirun pada rakaat kesepuluh, dan membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas pada rakaat kesebelas (Sayyid Muhammad Abdullah al-Jurdani, Fathul Allam bi Syarhi Mursyidil Anam, [Bairut: Dar Ibnu Hazm, Lebanon, 1997], juz II, h. 73).

Lafaz Niat Shalat Witir

a. Lafaz niat sholat witir 3 rakaat: 

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri tsalaasa rak'aatin mustaqbilal qiblati adaa'an (ma'muman/imaman) lillaahi ta'alaa

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala."

b. Lafaz niat sholat witir 2 rakaat:

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri rak’ataini lillahi ta’ala. Allahu akbar.

Artinya: “Saya berniat sholat sunnah witir dua rakaat karena Allah ta’ala.”

c. Lafaz niat sholat witir 1 rakaat:

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’ala. Allahu akbar.

Artinya: “Saya berniat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”

Tata cara pelaksanaan shalat witir 3 rakaat 2 salam

Rakaat pertama dan kedua 

*) Melafalkan niat shalat witir 2 rakaat

*) Takbiratul Ihram dan diikuti bacaan do’a iftitah

Bisa menggunakan 2 do’a iftitah yang sudah umum digunakan, yaitu:

Allahuakbaru kabiiraw walhamdulillahi katsiran, wa subhaanallahi bukrataw wa’ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil’aalamiina. La syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya :” Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukanNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itu aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri. “

Atau

Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi, allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad dana. Allahumaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji wal barad

Artinya: ”Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah segala kesalahanku dengan air, salju dan air embun sebersih-bersihnya.”

*) Membaca Surat Al Fatihah dan membaca surat al-A’la pada rakaat pertama

*) Ruku’ sambil membaca do’a ruku’

Subhaana robbiyal adhiimi 3x

Artinya : Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung

*) I’tidal sambil membaca doa i’tidal

Robbanaa lakal hamdu mil ‘ussamaawaati wa mil’ul ardhi wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du

Artinya: “ya tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu.” 

*) Sujud sambil membaca doa sujud

Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih 3x

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagiNya.”

*) Duduk di antara dua sujud dan membaca do’a

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii

Artinya: “ya allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan angkatlah derajatku dan beria rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

*) Kemudian sujud lagi dan membaca do’a sujud

*) Mengulangi gerakan pada rakaat pertama dan setelah al-fatihah membaca surat Al-Kafirun

*) Tahiyat akhir sambil membaca do’a tahiyat akhir

Attahiyaatul mubarokaatush sholawatut toyyibatulillah Assalamu’alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullohi wabarokaatuh Assalamualaina wa ‘alaa ‘ibaadil laahish shoolihin Asyhadu anlaa ilaaha il llaoh wa asyhadu anna muhammadar rosullullah Allahumma sholli ‘alaa sayyidina muhammadin wa ‘alaa aali sayyidina muhammad kammaa shallaita alaa sayyidinaa ibroohim wa alaa sayyidinaa ibroohim Wa barik ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad kamaa baarokta ‘ala sayyidina ibroohim wa a’alaa aali sayyidina ibroohim Fil ‘aalamiina innaka hamiidunmajid.

Artinya: “segala kehormataan, keberkaahan, kebahagiaan dan kebaikan itu kepunyaan Allah. Keselamatan atas engakau wahai nabi muhammad, demikian pula rahmatdan berkah-Nya, keselamatan dicurahkan pula untuk kami dan atas selurruh hamba allah yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan allah. Dan aku bersaksi bahwa nabi muhammad adalah utusan allah. Ya allah! Limpahilah rahmat kepada nabi muhammad. Sebgaimana telah Engkau beri rahmat kepadaa nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas nabi muhammaad beserta para keluarganya. Sebagaimana engkau telaah memberi berkah kepada nabi ibrahim dan keluarganya. Bahwasannya Engkau, tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di eluruh alam.”

*) Salam

Rakaat ketiga

  • Melafalkan niat shalat witir 1 rakaat
  • Takbiratul Ihram dan diikuti bacaan do’a iftitah
  • Membaca Surat Al Fatihah dan membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas
  • Ruku’ sambil membaca do’a ruku’
  • I’tidal sambil membaca doa i’tidal
  • Sujud sambil membaca doa sujud
  • Duduk di antara dua sujud dan membaca do’a duduk di antara dua sujud
  • Kemudian sujud lagi dan membaca do’a sujud
  • Tahiyat akhir sambil membaca do’a tahiyat akhir
  • Salam
  • Membaca do’a setelah shalat witir

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا،وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًاقَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِاَللّٰهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخُشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللهُ يَااَللهُ يَااَللهُ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daaimaan, wan’asaluka qalban khaasyi’an, wanas’aluka ‘ilman naafi’an, wanas’aluka yaqiinan shaadiqon, wanas’aluka ‘amalan shaalihan, wanas’aluka diinan qayyiman, wanas’aluka khairan katsiran, wanas’alukal ‘afwa wal’aafiyata, wanas’aluka tamaamal ‘aafiyati, wanas’alukasyukra ‘alal ‘aafiyati, anas’alukal ghinaa’a ‘aninnaasi. Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhusy-syu’anaa watadhorru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin. washallallaahu ‘alaa khairi khalqihi muhammadin wa’alaa aalihi washahbihi ajma’iina, walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina.

Artinya: “Wahai Allah. Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu’, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia.”

“Wahai Allah, Tuhan kami. Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian atau kekurangan kami, Wahai Allah Wahai Allah Wahai Allah Wahai Dzat yang Paling Penyayang diantara para penyayang. Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baiknya makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.”

Tata cara pelaksanaan shalat witir 3 rakaat 1 salam 

1. Melafalkan niat shalat witir 3 rakaat

2. Takbiratul Ihram dan diikuti bacaan do’a iftitah

Bisa menggunakan 2 do’a iftitah yang sudah umum digunakan, yaitu:

Allahuakbaru kabiiraw walhamdulillahi katsiran, wa subhaanallahi bukrataw wa’ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil’aalamiina. La syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya :” Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukanNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itu aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri. “

Atau

Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi, allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad dana. Allahumaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji wal barad

Artinya: ”Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah segala kesalahanku dengan air, salju dan air embun sebersih-bersihnya.”

3. Membaca Surat Al Fatihah dan surat al-a’la di rakaat pertama

4. Ruku’ sambil membaca do’a ruku’

Subhaana robbiyal adhiimi 3x

Artinya : Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung

5. I’tidal sambil membaca doa i’tidal

Robbanaa lakal hamdu mil ‘ussamaawaati wa mil’ul ardhi wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du

Artinya: “ya tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu.” 

6. Sujud sambil membaca doa sujud

Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih 3x

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagiNya.”

7. Duduk di antara dua sujud dan membaca do’a

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii

Artinya: “ya allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan angkatlah derajatku dan beria rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

8. Kemudian sujud lagi dan membaca do’a sujud

9. Mengulangi gerakan dan bacaan pada rakaat pertama. Di rakaat setelah membaca surat al-fatihah dianjurkan untuk membaca surat Al-Kafirun dan di rakaat ketiga setelah membaca al-fatihah dianjurkan untuk membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq serta an-Nas. 

10. Tahiyat akhir sambil membaca do’a tahiyat akhir

Attahiyaatul mubarokaatush sholawatut toyyibatulillah Assalamu’alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullohi wabarokaatuh Assalamualaina wa ‘alaa ‘ibaadil laahish shoolihin Asyhadu anlaa ilaaha il llaoh wa asyhadu anna muhammadar rosullullah Allahumma sholli ‘alaa sayyidina muhammadin wa ‘alaa aali sayyidina muhammad kammaa shallaita alaa sayyidinaa ibroohim wa alaa sayyidinaa ibroohim Wa barik ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad kamaa baarokta ‘ala sayyidina ibroohim wa a’alaa aali sayyidina ibroohim Fil ‘aalamiina innaka hamiidunmajid.

Artinya: “segala kehormataan, keberkaahan, kebahagiaan dan kebaikan itu kepunyaan Allah. Keselamatan atas engakau wahai nabi muhammad, demikian pula rahmatdan berkah-Nya, keselamatan dicurahkan pula untuk kami dan atas selurruh hamba allah yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan allah. Dan aku bersaksi bahwa nabi muhammad adalah utusan allah. Ya allah! Limpahilah rahmat kepada nabi muhammad. Sebgaimana telah Engkau beri rahmat kepadaa nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas nabi muhammaad beserta para keluarganya. Sebagaimana engkau telaah memberi berkah kepada nabi ibrahim dan keluarganya. Bahwasannya Engkau, tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di eluruh alam.”

11. Salam

12. Membaca doa setelah shalat witir

Keutamaan Shalat witir

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim terdapat anjuran untuk melaksanakan shalat witir. Berikut hadistnya:

اِجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُم ْباِللّيْلِ وِتْرًا

“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat witir.” (HR. Bukhari 998 dan Muslim 749).

Sesuai dengan hadist tersebut, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabatnya untuk melaksanakan shalat witir. Namun, tentu perintahnya bukan perintah yang bersifat wajib, karena yang diperintahkan adalah shalat sunnah dan agar menjadikan shalat witir (ganjil) sebagai pengakhir shalat (sunnah) malam.

Ada banyak teks-teks hadits Rasulullah ﷺ yang menyebutkan keutamaan shalat witir, di antaranya:   

إِنَّ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلاَةٍ هِىَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ، وَهِىَ لَكُمْ مَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْر   

Artinya, “Sesungguhnya, Allah ﷻ telah menyediakan kepada kalian semua sebuah shalat, yang ia lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yaitu shalat witir, dan menjadikannya berada di antara shalat Isya’ hingga terbitnya fajar (shadiq)” (HR Abu Daud).  

Dalam hadits di atas, dengan sangat jelas Allah memberikan waktu secara khusus dan ibadah secara khusus pula, agar kita sebagai umat Islam bisa mendapatkan pahala yang lebih besar. Perumpaannya dengan shalat witir kita telah melengkapi dan dan menyempurnakan ibadah wajib lainnya yang masih belum sempurna.

Nah, sahabat portal-ilmu sekian pembahasan tentang shalat sunnah witir.

Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat ya  

Bibliography

  • KUMPARAN. (2021, April 25). Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat Sesuai Hadist. Retrieved Agustus 5, 2021, from kumparan.com: https://kumparan.com/berita-terkini/tata-cara-sholat-witir-3-rakaat-sesuai-hadist-1vc89BUhDKX/full
  • NN. (2021, Mei 4). Ini Keutamaan Shalat Witir, Kata Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar. Retrieved Agustus 5, 2021, from mui.or.id: https://mui.or.id/berita/30015/ini-keutamaan-shalat-witir-kata-ketua-umum-mui-kh-miftachul-akhyar/
  • Sholihah, A. (2021, April 2). Bacaan Doa Setelah Shalat Witir Lengkap Beserta Latin Terjemah. Retrieved Agustus 5, 2021, from dutadakwah.co.id: https://www.dutadakwah.co.id/doa-setelah-shalat-witir/
  • Sunatullah. (2021, Juli 22). Tata Cara Shalat Witir: Niat, Waktu, Bacaan, dan Keutamaannya S. Retrieved Agustus 5, 2021, from islam.nu.or.id: https://islam.nu.or.id/post/read/130300/tata-cara-shalat-witir-niat-waktu-bacaan-dan-keutamaannya?_ga=2.36700707.2064716453.1629100457-1827230442.1611577228
  • Widia, L. (2021, April 29). Pengertian Shalat Witir, Waktu Pengerjaannya, dan Bacaan Surah yang Dianjurkan, Amalan Sunnah Saat Ramadhan. Retrieved Agustus 5, 2021, from portaljember.pikiran-rakyat.com: https://portaljember.pikiran-rakyat.com/khazanah/pr-161844110/pengertian-shalat-witir-waktu-pengerjaannya-dan-bacaan-surah-yang-dianjurkan-amalan-sunnah-saat-ramadhan?page=2

*Penulis: Atik Lestari

Posting Komentar untuk "Shalat Witir: Pengertian, Niat, Tata Cara beserta Keutamaannya "

Dukung kami dengan Share dan Tinggalkan Komentar