Cara Membuat Jurnal Ilmiah: Step by Step

Bagi seorang mahasiswa atau akademisi, mengetahui apa itu jurnal ilmiah tentu adalah hal penting. Sebab, jurnal ilmiah sering menjadi bagian dari tugas atau bahkan menjadi salah satu syarat kelulusan. 

Secara sederhana, pengertian jurnal ilmiah adalah suatu karya tulis ilmiah hasil riset atau penelitian yang disusun secara terstruktur, dengan menggunakan metode penelitian dan alat analisis yang relevan, lalu diterbitkan oleh penerbit jurnal. 

Jadi, kunci dari jurnal ilmiah terletak pada strukturnya yang khas, serta penerbitnya yang harus merupakan penerbit jurnal. Struktur khas jurnal ini secara lebih jelas dapat dilihat pada contoh format atau template jurnal yang sebelumnya pernah diulas di portal-ilmu.com. 

Cara Membuat Jurnal Ilmiah: Step by Step

Selain itu, kunci lainnya yang tak kalah penting adalah penerbit jurnalnya. Nah, bagaimana memilih penerbit jurnal ilmiah yang tepat, sehingga tulisan Kamu nantinya dapat diakui sebagai jurnal dan bukan sekadar artikel ilmiah, bisa Kamu simak di artikel tips memilih jurnal yang juga sempat dibahas di portal-ilmu.com. 

Nah, pada artikel kali ini, kita akan fokus membahas cara membuat jurnal ilmiah, yang disajikan melalui step by step yang sederhana. Pembahasan ini cocok bagi Kamu yang masih belajar membuat jurnal atau mungkin baru pertama kali mengenal jurnal ilmiah. 

Saya sendiri membuat formula sederhana yang biasa saya ajarkan bagi para pemula yang ingin belajar menulis dalam wujud tulisan apa pun. Namun, formula ini pun juga bisa diterapkan untuk belajar menulis jurnal ilmiah, sehingga pembahasan kali ini akan diarahkan untuk menuju ke cara membuat jurnal ilmiah.

Formula ini sebetulnya hanya membantu secara umum untuk menjaga konsistensi dan mempermudah proses penulisan jurnal. Selanjutnya, dari formula sederhana ini, Kamu bisa mengkolaborasikannya dengan pemahaman yang lebih spesifik mengenai isi jurnal.

Step by Step Cara Membuat Jurnal Ilmiah

1. BRAINSTORMING - IDENTIFIKASI MASALAH

langkah paling awal ketika hendak membuat jurnal tentu Kamu harus bisa menentukan tema jurnal. Tema yang paling awal dapat diwujudkan dalam bentuk pertanyaan penelitian atau rumusan masalah. Pertanyaan penelitian atau tema penelitian ini nanti harus sangat spesifik ya. Jadi, proses analisisnya bisa lebih mendalam dan original. Kamu mungkin sudah punya tema yang diberikan oleh dosen pembimbing, jadi kamu tinggal identifikasi masalahnya secara lebih spesifik dengan menelusuri berbagai jurnal dan informasi terkait. 

Tapi jika belum dan Kamu masih bingung terkait tema penelitian Kamu bisa melakukan step awal dengan Brainstorming. Brainstorming berarti Kamu menjelajahi ide-ide seluas mungkin dari berbagai tempat. Kamu bisa mencari dari jurnal-jurnal yang sudah terbit dan berita-berita yang sedang trending. Catat saja berbagai tema yang Kamu anggap memungkinkan dan sesuai dengan bidang studi Kamu. 

2. IDEA - REVIEW INFORMASI

Setelah proses brainstorming selesai, Kamu sudah punya banyak catatan tentang tema jurnal dengan beragam kemungkinan pertanyaan penelitian bukan? Kini saatnya Kamu memutuskan, tema mana yang paling menarik dan akan Kamu garap. Pilih satu yang paling relevan dan memungkinkan. Jika sudah ditentukan temanya, artinya Kamu tinggal review informasi, memastikan kemungkinan proses cara membuat jurnal ilmiah selanjunya lancar.

Caranya, cek ketersediaan informasi atau datanya agar nantinya Kamu tidak kesulitan mencari data saat menyusun analisis. Cek juga novelty dan pastikan pertanyaan penelitian Kamu benar-benar baru. Sebab, jurnal ilmiah yang baik menuntut novelty atau originalitas dari tulisan dan tema. 

3. OUTLINE - MENGUMPULKAN DATA

Setelah memastikan ide apa yang akan digarap, lanjut saja membuat outline jurnal. Outline ini bisa Kamu buat dengan mengisi struktur jurnal, dan tuliskan apa saja yang akan dibahas. Step ini utamanya adalah untuk mengumpulkan data-data umum dan membentuk kerangka pikir yang akan mendukung Kamu dalam menyusun jurnal ilmiah.

Misal, pada bagian latar belakang masalah, tuliskan materi apa yang akan Kamu sajikan untuk menampilkan urgensi penelitian. Pastikan setiap variabel yang diteliti jelas disampaikan disini, dan juga saling terkait. Kamu perlu menyampaikan data dan informasi yang membuka wawasan pembaca tarkait apa yang sedang Kamu bahas sekaligus mendukung bahwa penelitian Kamu penting diteliti. 

Kamu juga perlu untuk menentukan kerangka pikir yang jelas di sini, metode penelitian juga teori yang digunakan. Jika Kamu menggunakan metode penelitian kuantitatif, rumusan dan langkah penelitian juga perlu Kamu tuangkan dalam tahap ini.

4. WRITE - MENGANALISIS DATA

Kamu bisa mulai menyusun kalimat-kalimat yang lebih lengkap, berdasarkan outline yang sudah dibuat. Jika sudah ada satu kalimat pemandu atau data umum yang ditulis, Kamu tinggal menguraikannya, menambahkan data dan kalimat pendukung sehingga menjadi paragraf yang utuh dan saling terkait. Jangan lupa tuliskan referensi di setiap data dan informasi yang merujuk pada tulisan pihak lain. 

Pada langkah ini, Kamu juga perlu untuk sekaligus menganalisis data-data yang sudah ada. Sajikan secara terstruktur dalam hasil dan pembahasan, tampilkan dengan analisis yang kuat dengan landasan teori yang sudah Kamu pilih. Jika Kamu menggunakan metode penelitian kauntitatis, berarti saatnya Kamu mengolah data. Jadi, Kamu bisa memiliki gambaran terkait arah hasil penelitian Kamu nantinya. 

5. CONCLUSION - MENARIK KESIMPULAN

Seluruh proses yang dilakukan mungkin tampaknya sudah bisa memberikan gambaran umum mengenai hasil penelitian Kamu, bukan? Kini saatnya Kamu menarik kesimpulan. Cermati lagi apa yang sudah Kamu tulis dan bahas. Tarik kesimpulan dan temukan novelty dalam penelitian Kamu.  

Untuk memastikan tulisan Kamu sudah jelas dan mudah dipahami, pastikan Kamu melakukan self editing. Cermati lagi tiap tulisan Kamu, pahami, dan lakukan editing untuk bagian yang masih kurang jelas dan ambigu. Tambahkan data dan fakta jika masih ada informasi yang kurang kuat. Lakukan analisis ulang jika masih ada gap dalam penyajian hasil dan pembahasan. 

6. EDITING - PENYESUAIAN FORMAT JURNAL

Isi jurnal sudah selesai disusun. Artinya, Kamu tinggal menyesuaikan hasil penelitian Kamu dengan template jurnal yang dituju. Sudah menengok materi portal-ilmu.com sebelumnya tentang tips memilih jurnal untuk luaran skripsi? Jika sudah, Kamu tentu ingat bahwa masing-masing jurnal punya gaya selingkung tersendiri atau template yang khas. 

Jadi, selesai kamu menyusun konten jurnal penelitian, Kamu tinggal memastikan jurnal mana yang akan Kamu tuju. Setelah itu, unduh template jurnalnya, cermati author guideline yang ada, dan pastikan Kamu mulai menyesuaikan hasil tulisan Kamu dengan template serta guideline yang ada. Selanjutnya, tinggal submit jurnal Kamu dan tunggu arahan editor atau reviewer. 

---

Secara lebih detail, Kamu bisa mencermati apa saja yang harus Kamu tulis dalam jurnal di materi contoh template jurnal. Tapi, berikut akan disajikan rangkuman singkatnya. 

1) Judul: ditulis singkat, padat, jelas, 8 – 12 kata

2) Identitas Penulis: Nama penulis, institusi dan lokasi, email (cek jika ada ketentuan blind review, kemungkinan bagian ini akan diminta untuk dikosongkan saat submit awal). 

3) Abstract: Bahasa Inggris, dan/ Indonesia. 100 – 200 kata. Memuat keseluruhan isi tulisan. 

4) Kata kunci : 3 – 5 kata kunci (singkat). Diurutkan abjad.

5) LATAR BELAKANG/ Pendahuluan: Tujuan: membawa pembaca memahami permasalahan yang akan dibahas pada artikel ilmiah secara urut, jelas, dan terperinci. Berisi latar belakang tentang pentingnya penelitian. Diakhiri dengan rumusan masalah berupa pernyataan. TIPS : Kaitkan dengan isu-isu terkini dan lengkapi dengan data pendukung. Jelaskan Batasan penelitian agar semakin jelas. 

6) TINJAUAN TEORITIS: Memuat teori atau konsep dan penelitian sebelumnya yang relevan. CATATAN: Setiap sitasi yang digunakan harus tertuang dalam daftar pustaka. Hanya rujukan yang disitasi yang dituangkan dalam daftar pustaka.

7) METODE PENELITIAN: Memuat metode/ pendekatan yang digunakan, Jenis data, Teknik pengumpulan data, Sumber data, Cara analisis data.

8) HASIL DAN PEMBAHASAN: Berisi uraian yang membandingkan teori, hasil temuan dan analisis. Hasil pengolahan data dapat ditampilkan dalam bentuk gambar atau tabel dengan dilengkapi interpretasi. Harus fokus menjawab rumusan masalah. 

9) PENUTUP: Berisi kesimpulan dan saran. Fokus menjawab rumusan permasalahan secara singkat dan jelas. Disajikan dalam bentuk paragraf/ naratif (bukan dalam bentuk pointer/numbering). 

10) DAFTAR PUSTAKA: Harus konsisten, sesuaikan dengan gaya selingkung jurnal tertarget. Disarankan menggunakan aplikasi reference manager. 

11) Acknowledgement: ucapan terima kasih kepada pihak yang secara “real” berkontribusi dalam penelitian, seperti sponsor. Jangan gunakan untuk ucapan terima kasih kepada keluarga, kerabat dan lainnya yang tidak relevan dalam proses penelitian. 

Catatan tambahan: 

12) Penggunaan gambar dan tabel harus diatur dengan aturan gambar dan tabel yang konsisten mengikuti ketentuan yang diberikan oleh redaksi jurnal yang dituju. 

13) Parhatikan: Penomoran gambar dan tabel, kesesuaian informasi yang disajikan dalam bentuk gambar dan tabel, serta kualitas gambar yang disajikan.

14) Jika memungkinkan gunakan tabel/ grafik yang dibuat sendiri/ dikonversi dari rujukan aslinya. 

15) Gunakan rujukan gambar/tabel/grafik yang bervariasi dari berbagai sumber.

Nah, demikian cara membuat jurnal ilmiah, yang disajikan dalam step by step oleh portal-ilmu.com. 

Semoga bisa dipahami dengan jelas dan bermanfaat ya. 

*Penulis: Hasna Wijayati

Posting Komentar untuk "Cara Membuat Jurnal Ilmiah: Step by Step"