Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sistem Finansial Internasional dalam Ekonomi Politik

Dalam kajian ekonomi politik internasional, kita tidak akan terlepas dari bahasan tentang kebijakan terkait masalah finansial dan moneter. Dalam kajian finansial, kita mengenal adanya sistem finansial internasional yang banyak berpengaruh terhadap pola hubungan internasional antarnegara.

Kali ini, yang akan kita bahas lebih lanjut adalah tentang sistem finansial internasional, terutama dalam hal ekonomi politik yang dikaitkan dengan pola hubungan internasional antar negara-negara di dunia.

Pengertian Sistem Finansial Internasional

Pengertian sistem finansial internasional adalah suatu sistem yang digunakan negara-negara di dunia dalam rangka mengatur keuangan dari masing-masing negaranya serta mekanisme keuangan antarnegara pada saat melakukan kerjasama atau hubungan ekonomi, baik dalam proses neraca pembayaran maupun bantuan dan pinjaman.

Peran sistem finansial internasional cukup penting dalam hubungan ekonomi politik suatu negara dan secara global. Adapun peran sistem finansial internasional adalah :

  1. sebagai perantara yang memfasilitasi serta mengatur pembelian dan penjualan antarnegara.
  2. sebagai pengatur penjualan komoditi-komoditi dari masing-masing negara
  3. sebagai pengatur antara satu mata uang dengan mata uang lain.

Sejarah Sistem Finansial Internasional

Perkembangan sistem finansial internasional dapat dilihat dalam sejarahnya, yang dimulai sejak pra perang dunia. Berikut adalah sejarah sistem finansial internasional tersebut.

1# Pra Perang Dunia

Hingga menjelang perang dunia, sistem finansial internasional yang berlaku di dunia menggunakan sistem standar emas. Sistem standar emas ini muncul sebagai hasil evolusi praktek-praktek pelaksanaan transaksi ekonomi internasional serta transaksi-transaksi pembayaran antar negara. Karena dianggap paling tepat untuk dilakukan konversi, maka sistem standar emas inilah yang diterima oleh berbagai negara di dunia.

2# Masa Perang

Ketika perang dunia pecah, sistem finansial internasional ikut mengalami pergeseran. Pada saat perang dunia pertama, negara-negara sudah tidak lagi menggunakan sistem standar emas. Sistem standar emas internasional sudah tidak lagi difungsikan untuk mengatur standar internasional.

Adapun pengganti sistem finansial internasional selama masa perang, adalah dengan memanfaatkan devisa. Negara-negara menggunakan sistem pengawasan devisa, yang dalam sistem devisa ini kurs valuta asing tidak lagi diserahkan pada mekanisme pasar, melainkan diatur oleh masing-masing negara.

Kemunculan sistem standar devisa yang baru ini terjadi karena perang dunia I. Kala itu, negara-negara besar yang terlibat perang mengalami defisit anggaran karena membiayai perang. Karenanya, kondisi ekonomi negara-negara ini mengalami kekacauan hingga terjadilah inflasi besar-besaran.

3# Pasca Perang

Setelah selesai perang dunia pertama, sistem finansial internasional kembali mengalami perubahan. Satu sistem yang yang populer saat itu adalah Sistem Bretton Woods. Sistem Bretton Woods mulai diimplementasikan sejak tahun 1946 hingga 1972.

Adapun prinsip sistem Bretton Woods ini memiliki karakter khusus, yang tercermin dari adanya tiga lembaga ekonomi internasional yakni : (1) International Monetery Fund (IMF), (2) International Bank for Reconstruction and Development (sekarang World Bank); dan (3) General Agreements on Tariffs and Trade / GATT (sekarang World Trade Organization / WTO).

Kemunculan sistem Bretton Woods diawali pada tahun 1944, yang diakomodir oleh 44 negara dunia. Ke-44 negara tersebut melakukan pertemuan di Amerika Serikat ketika menjelang berakhirnya perang dunia kedua.

4# Sistem Kurs Mengambang Kendali

Setelah perang dunia selesai, tidak hanya sistem Bretton Woods yang populer, tapi juga Sistem Kurs Mengambang kendali, yang muncul setelah Bretton Woods. Sistem ini mulai ramai digunakan di dunia internasional sejak tahun 1947, dan hingga sekarang masih tetap digunakan.

Sistem kurs mengambang kendali dianggap sebagai bentuk yang lebih sempurna atau penyempurnaan dari sistem bretton woods. Sistem Bretton Woods memang pernah sukses dalam mengembalikan kestabilan negara-negara dunia melalui tiga lembaga internasional yang dibentuk tersebut.

Hanya saja, di dalam sistem Bretton woods terdapat ketentuan yang menggunakan salah satu adalah penggunaan mata uang Amerika Serikat untuk negara-negara di dunia. Ketentuan inilah yang kemudian memicu adanya kekacauan dalam sistem itu sendiri.

Kekacauan Bretton Woods dipengaruhi oleh keterlibatan Amerika serikat dalam perang Vietnam, yang kemudian membuat Amerika mengalami inflasi. Inflasi yang terjadi di Amerika ini pun secara otomatis berdampak pada negara-negara lainnya, karena menggunakan mata uang Amerika Serikat.

Dari momentum inilah, krisis dunia mulai muncul hingga akhirnya berdampak pula pada negara-negara berkembang lain. Pada akhirnya, krisis finansial global ini menghancurkan kepopuleran sistem Bretton Woods, dan digantikanlah dengan sistem mengambang kendali.

Pada masa sistem mengambang kendali ini, tiga lembaga ekonomi internasional yang telah dibentuk tadi tetap digunakan dan berperan dalam menangani masalah-masalah finansial global. Namun, perbedaan paling mendasar dalam sistem ini adalah pada harga emas dan harga mata uang U$ dollar Amerika yang tidak lagi dianggap sama.

Sistem Finansial Internasional Era Kini

Sistem finansial global yang berlangsung pada era kini memiliki perbedaan dengan era sebelumnya. Sejarah perubahan ini dimulai dari adanya konvertibilitas mata uang Amerika Serikat terhadap emas yang terjadi pada tahun 1971.

Kala itu, pada tahun 1976, dilangsungkan sebuah pertemuan di Jamaica. Dalam pertemuan tersebut dihasilkan sebuah kesepakatan yang disebut “second amandement”, terhadap pasal-pasal persetujuan dalam IMF.

Amandemen dalam undang-undang ini terkait dengan beberapa hal, meliputi : kurs devisa, special drawing right, emas, serta mengenai pengawasan, dan fasilitas dana kredit IMF. Second amandement ini pula yang diakui sebagai sistem finansial internasional yang dipergunakan oleh negara-negara di dunia hingga saat ini dengan tujuan untuk mengatur sistem finansial internasional.

Sistem finansial internasional ini berlangsung untuk mendukung kelancaran perdagangan internasional, yang membutuhkan alat pembayaran yang memadai. Mekanisme pembayaran internasional yang berlangsung saat ini ditentukan oleh pola hubungan antara bank-bank yang ikut aktif beroperasi dalam bidang jual-beli dari alat-alat pembayaran internasional.

Referensi:

1. Fitriani, Della. 2016. Mengenal Pasar Finansial (Financial Market). Diakses dari https://khtinusantara.com/mengenal-pasar-finansial-financial-market/, pada 06 Mei 2018.
2. Ridho, Nurkholis. 2010. Sistem Finansial Internasional, diakses dalam https://www.kompasiana.com/noorkholis_ridho/sistem-finansial-internasional_5500531da333118d73510636, pada 07 Mei 2018.
3. 2017. Buku Ajar Ekonomi Internasional. Yogyakarta : Penerbit Deepublish.

*Penulis: Andika Drajat Murdani

Materi lain: