Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Penginderaan Jauh, Sistem, Manfaat beserta Komponennya

Pernahkah kamu berpikir bagaimana Map Digital bisa memberikan informasi mengenai peta lokasi secara akurat? Map digital seperti Google Map memanfaatkan penginderaan jauh. 

Teknologi penginderaan jauh menjadi alat ampuh untuk menganalisis wilayah yang luas, bahkan juga bisa memberikan gamparan terkait wilayah yang sulit diakses (remote area).

Teknologi penginderaan jauh ini dapat dikolaborasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) hingga dapat menghasilkan informasi bermanfaat bagi manusia, seperti yang dimanfaatkan pada map di smartphone kita. 

Pemanfaatan penginderaan jauh bisa sangat luas, mulai dari sektor kehutanan, kelautan, geologi, geografi, pengembangan wilayah dan sebagainya. Nah, untuk lebih memahami apa itu penginderaan jauh, mari kita simak penjelasan pengertian penginderaan jauh beserta komponen penginderaan jauh. 

Pengertian Penginderaan Jauh

Pengertian Penginderaan Jauh menurut pada ahli, bisa merujuk pada pendapat Lillesand dan Kiefer (2004) yang menyebutkan bahwa penginderaan jauh atau inderaja merupakan ilmu dan seni guna memperoleh informasi suatu objek, daerah, atau fenomena (geofisik) melalui analisis data, yang untuk mendapatkan data ini tidak dilakukan secara kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji.

Pengertian penginderaan jauh menurut American Society of Photogrammetry (1983)

adalah pengukuran atau perolehan informasi dari beberapa sifat objek atau fenomena, yang dilakukan dengan alat perekam secara fisik, dengan tidak terjadi kontak langsung terhadap objek atau fenomena yang dikaji.

Pengertian lain disampaikan oleh Cowell (1984) bahwa penginderaaan jauh adalah pengukuran atau perolehan data pada objek permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain yang ada di atas atau jauh dari objek yang diindera.

Ada juga Everrett dan Simonett yang menjelaskan pengertian penginderaan jauh di dalam buku ”Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta”, sebaagi suatu ilmu karena di dalamnya terdapat suatu sistematika tertentu untuk dapat menganalisis suatu informasi mengenai permukaan bumi.

Penginderaan jauh memang sering dikenal dengan sebutan “inderaja”. Namun, sebutan ini bisa berbeda-beda di masing-masing daerah. Dalam bahasa Inggris, inderaja dikenal sebagai Remote Sensing, di Prancis dikenal dengan sebutan Teledetection, di Jerman disebut sebagai Farnerkundung, sedangkan di Spanyol disebut sebagai Perception Remoia.

Penginderaan jauh adalah cabang ilmu baru, tapi kini sangat populer dan terus berkembang. Dari berbagai pengertian di atas, bisa disimpulkan bahwa inderaja atau penginderaan jauh adalah pengukuran atau akuisisi data sebuah objek atau fenomena yang dilakukan dengan alat yang tidak berkontak secara fisik dengan objek tersebut atau dilakukan dengan alat dari jarak jauh, seperti dari pesawat, pesawat luar angkasa, satelit, kapal atau alat lain.

Data yang diperoleh dari penginderaan jauh disebut bisa berupa citra satelit atau foto udara. Selanjutnya, data ini dapat diolah sesuai kebutuhan hingga diperoleh informasi yang dibutuhkan.

Sistem Penginderaan Jauh 

Sistem penginderaan jauh dilakukan melalui proses tertentu. Prinsip kerjanya diawali dari proses perekaman objek di permukaan bumi melalui suatu alat dengan tenaga penghubung yang membawa data tentang objek ke sensor berupa bunyi, daya magnetik, gaya berat, atau elektromagnetik. 

Namun, dalam inderaja ini hanya energi atau tenaga berupa elektromagnetik saja yang dapat digunakan. Tenaga elektromagnetik yang terdapat dalam sistem pasif adalah cahaya matahari. 

Cahaya matahari yang mengenai objek di permukaan bumi diserap dan sebagian dipancarkan kembali oleh objek tersebut. Pantulan inilah yang dapat ditangkap oleh sensor berupa gelombang elektromagnetik yang berasal dari objek-objek yang ada di permukaan bumi.

Sensor yang digunakan menangkap gelombang elektromagnetik dapat dipasang pada satelit atau pada pesawat terbang, seperti dengan pesawat drone. 

Setelah sensor menangkap gelombang elektromagnetik, selanjutnya sensor akan memproses untuk mengubah menjadi sinyal-sinyak digital sehingga hasilnya dapat tersimpan di dalam ruang penyimpanan sensor.

Komponen Penginderaan Jauh

Ada beberapa komponen penginderaan jauh. Adapun komponen utama dalam teknologi inderaja ini berupa: 

  • sumber tenaga, dapat berupa sistem pasif dengan sinar matahari, atau berupa sistem aktif dengan tenaga buatan seperti gelombang mikro
  • atmosfer, merupakan lapisan udara yang dapat dimanfaatkan untuk menyerap, memantulkan dan melewatkan radiasi elektromagnetik.
  • interaksi antara tenaga dengan objek di permukaan bumi, yang dapat dilihat dari rona yang dihasilkan foto udara. Tiap-tiap obyek mempunyai karakterisitik berbeda dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor.
  • sensor, merupakan alat pemantau yang dipasang pada wahana, baik pesawat maupun satelit, dapat berupa sensor fotografik maupun sensor elektronik.
  • Wahana, berupa kendaraan/media yang digunakan untuk membawa sensor untuk memperoleh inderaja, bisa berupa pesawat terbang rendah, pesawat terbang tinggi atau satelit.
  • Data, yang diperoleh bisa berupa data manual yang didapat dengan interpretasi citra atau berupa data numerik atau digital dengan software khusus penginderaan jauh.
  • Pengguna data, komponen akhir berupa pihak atau lembaga yang memanfaatkan hasil inderaja seperti di militer, kependudukan, pemetaan, meteologi dan klimatologi serta lain sebagainya.

Manfaat Penginderaan Jauh

Penginderaan jauh dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Berikut adalah beberapa contoh manfaat Penginderaan Jauh:

  • Di Bidang Kelautan (Seasat, MOS), bermanfaat untuk pengamatan sifat fisis air laut, pengamatan pasang surut air laut dan gelombang laut serta pemetaan perubahan pantai, abrasi, sedimentasi, dan lain-lain.
  • Di Bidang hidrologi (Landsat, SPOT), bermanfaat untuk konservasi sungai serta daerah aliran sungai (DAS), pemetaan sungai dan studi sedimentasi sungai juga pemanfaatan luas daerah dan intensitas banjir.
  • Di Bidang geologi, dapat berguna untuk menentukan struktur geologi dan macamnya, pemantauan daerah bencana (gempa, kebakaran) dan pemantauan debu vulkanik, pemantauan distribusi sumber daya alam, pemantauan pencemaran laut dan lapisan minyak di laut, pertahanan dan militer, pemantauan permukaan informasi geografi.
  • Di Bidang meteorologi dan klimatologi (NOAA), dimanfaatkan untuk membantu analisis cuaca dengan menentukan daerah tekanan rendah dan daerah bertekanan tinggi, daerah hujan, dan badai siklon, untuk mengetahui sistem atau pola angin permukaan, permodelan meteorologi dan data klimatologi, serta pengamatan iklim dilihat dari tingkat kewarnaan dan kandungan air di udara.
  • Di Bidang oseanografi, manfaatnya untuk pengamatan sifat fisis air seperti suhu, warna, kadar garam dan arus laut, pengamatan pasang srut dengan gelombang laut (tinggi, frekuensi, arah), untuk mencari distribusi suhu permukaan, serta sebagai bahan studi perubahan pasir pantai akibat erosi dan sedimentasi.

Referensi:

  1. Rahmat Ali. 2020. Pahami Materi Penginderaan Jauh, Agar Nilai Geografimu Makin Optimal! Diakses dari https://www.quipper.com/id/blog/mapel/geografi/materi-penginderaan-jauh/
  2. Samhis Setiawan. 2020. Penginderaan Jauh – Pengertian, Komponen, Interaksi, Sensor Dan Wahana, Keunggulan, Manfaat, diakses dari https://www.gurupendidikan.co.id/penginderaan-jauh/
  3. Tomy Ardiansyah. 2018. Penginderaan Jauh: Pengertian, Prinsip, Jenis, dan Manfaat, diakses dari https://foresteract.com/penginderaan-jauh/

Posting Komentar untuk "Pengertian Penginderaan Jauh, Sistem, Manfaat beserta Komponennya"