Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
SELAMAT DATANG Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tulis dikotak komentar. Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca.

Pengertian Masswasting, Contoh, Penyebab dan Jenis Masswasting

Pernahkah Kamu mendengar istilah masswasting? Masswasting merupakan pemindahan massa batuan atau tanah berat secara besar-besaran, menuju ke tempat yang lebih rendah. Proses pemindahan ini bisa terjadi seperti pada proses erosi. Hanya saja, pada masswasting, tenaga yang menyebabkan proses pemindahan massa batuan atau tanah ini dikarenakan terlepasnya dari bahan induk, dan dipengaruhi oleh gaya gravitasi.

Pengertian Masswasting

Jadi, bisa dipahami bahwa pengertian Masswasting adalah aktivitas pergerakan massa batuan hasil pelapukan atau sedimentasi yang disebabkan oleh pengaruh gravitas, sehingga menuruni lerengan. Karena adanya peristiwa masswasting ini, bentang alam dapat mengalami perubahan, terutama jika masswasting terjadi dalam skala besar.

Salah satu jenis mass wasting yang populer dan sering terjadi adalah longsor. Longsor adalah satu jenis masswasting yang terbilang berbahaya. Longsor berpotensi menyebabkan kerusakan besar terhadap hal-hal yang dilaluinya, seperti pemukiman, juga kehidupan masyarakat yang dilalui longsor. 

Fenomena mass wasting ini sering juga dikenal sebagai gerakan lereng atau gerakan massa. Gerakan ini merupakan proses geomorfik dari tanah, regolith, dan lereng bawah batuan bergerak yang ada di bawah gaya gravitasi. 

Contoh Masswasting

Agar lebih bisa memahami apa itu masswasting, kita bisa melihat pada contoh masswasting berikut:

  1. Tanah longsor (land slide).
  2. Tanah amblas atau tanahambruk (subsidence).
  3. Tanah nendat (slumping), berupa proses longsoran tanah yang gerakannya terputus-putus sehingga hasilnya memperlihatkan bentukan seperti teras.
  4. Tanah mengalir (earth flow), berupa gerakan tanah jenuh dengan air di lereng-lereng yang landai.
  5. Lumpur mengalir (mud flow), berupa tanah yang mengalir tetapi kadar air yang terkandung di dalamnya lebih tinggi.

Faktor Penyebab Masswasting

Ada beberapa faktor penyebab masswasting. Berikut adalah penyebab fenomena mass wasting: 

  1. Kemiringan lereng, karena kondisi lereng yang curam berpotensi memperbesar terjadinya masswasting, dikarenakan gaya gesek yang semakin rendah. Ini membuat lereng yang miring tidak disarankan untuk dijadikan sebagai tempat tinggal, karena termasuk zona rawan longsor (zona merah).
  2. Gravitasi, derajat kemiringan lereng yang semakin besar juga membuat gravitasi yang bekerja juga semakin kuat. Ini membuat material cenderung lebih mudah menuruni lereng.
  3. Air, berfungsi sebagai penambah besar gerakan, serta penambah beban yang mempermudah gerakan. Air yang ada di antara butir-butir batuan atau tanah dapat mengurangi daya kohesi antara material sehingga lebih mudah terurai. 
  4. Gempa atau getaran, bisa disebabkan oleh faktor alam, bisa karena mesin. Getaran yang besar dapat menghasilkan retakan di bukit dan lereng sehingga mempermudah tanah/ material bergerak menuruni lereng.
  5. Curah hujan, semakin tinggi curah hujan, berakibat pada limpasan air di lereng juga semakin besar dan berpotensi menyebabkan erosi. 
  6. Perubahan kondisi vegetasi, merupakan kondisi lereng gundul akan mempermudah terjadinya masswasting disbanding jika lereng ditumbuhi banyak vegetasi dengan akar yang kuat.

Jenis Masswasting/ Tipe Masswasting

Ada beberapa jenis masswasting atau tipe masswasting, seperti:

  1. Rayapan tanah (soil creep), adalah suatu proses gerakan tanah yang terjadi sangat lambat. Rayapan tanah ini bisa dilihat dari permukaan tanah yang bergelombang, tiang listrik yang berubah miring, pagar miring dan dinding bangunan yang retak.
  2. Aliran tanah (earth flow), yang umumnya terjadi di wilayah lembab dengan lereng yang curam. Biasanya, aliran tanah terjadi dalam beberapa jam dan sudah mampu menghasilkan timbunan material berbentuk seperti undakan.
  3. Aliran lumpur (mud flow), dapat terjadi dengan jalan menuruni lereng di perbukitan dan pegunungan. Biasanya, aliran lumpur terjadi di perbukitan di gurun pasir ketika terjadi hujan deras. Bisa juga, aliran lumpur terjadi di gunung api yang baru meletus. Kehadiran hujan dapat mengantarkan abu vulkanik sisa letusan untuk menuruni lereng sehingga tiba di sungai dan membentuk banjir lahar.
  4. Tanah longsor (landslide), merupakan massa batuan yang meluncur ke bawah dengan cepat. Pada tanah longsor ini, terdapat tanah longsoran baru (rock slide) dan runtuhan tanah (slump). Longsoran baru berupa massa batuan induk yang meluncur pada bidang miring rata seperti pada patahan, Adapun runtuhan tanah merupakan massa batuan yang meluncur pada bidang miring yang cekung. 
  5. Guguran batau (rock fall), merupakan jenis masswasting yang paling cepat terjadi. Guguran batu merupakan massa batuan yang bergerak jatuh secara bebas dari tebing curam, dengan ukuran yang dapat bervariasi, mulai batu kecil sampai beru[a bongkahan sebesar rumah.

Cara Mencegah Masswasting

Masswasting memang seringkali menyebabkan kerugian bagi alam dan manusia. Namun, masswasting ini bisa juga dicegah dengan melakukan beberapa hal, seperti berikut:

  • menamam pohon kayu yang memiliki akar kuat di wilayah lereng terjal.
  • tidak membuat sawah di atas lereng terjal.
  • tidak menimbulkan getaran di atas lereng.
  • tidak membangun rumah di bukit yang miring.

Demikian artikel mengenai pengertian masswasting, serta berbagai seluk beluk tentang masswasting. Semoga mudah dipahami dan bermanfaat bagi para pembaca. 

Referensi:

  • Gurugeografi. Tt. Masswasting: Penyebab, Jenis dan Upaya Pencegahannya, diakses dari https://www.gurugeografi.id/2017/05/masswasting-penyebab-jenis-dan-upaya.html
  • Pakdosen. 2020. Mass Wasting, diakses dari https://pakdosen.co.id/mass-wasting/
  • Pengertian ilmu. Tt. Pengertian Masswasting. Diakses dari http://www.pengertianilmu.com/2015/07/pengertian-masswasting.html

Posting Komentar untuk "Pengertian Masswasting, Contoh, Penyebab dan Jenis Masswasting"