Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kumpulan Soal Matematika: Mengurutkan dan Menyederhanakan Pecahan, SD Kelas 4

Pada artikel ini kita akan bersama-sama membahas dan membedah soal mengenai pengurutan dan penyederhanaan pecahan. Artikel ini dilengkapi pula dengan pembahasan dari setiap soal sehingga memudahkan pembaca dalam menyelesaikan soal yang tersedia. 

Kumpulan Soal Matematika: Mengurutkan dan Menyederhanakan Pecahan, SD Kelas 4

Mari kita simak latihan soal berikut ini!

  1. Pecahan tiga per delapan ditulis dengan?
  1. 3 :  8
  2. 3 x 8
  3. 8/3
  4. 3/8
  1. Pecahan 4/18 jika dibaca menjadi?
  1. Delapan belas per empat
  2. Empat per delapan belas
  3. Empat per delapan
  4. Empat garis miring delapan belas
  1. Pecahan ½ disebut juga dengan?
  1. Sepertiga
  2. Seperempat
  3. Setengah
  4. Sebagian 
  1. Perhatikan gambar di bawah ini

image

Bagian berwarna putih menunjukkan pecahan?

  1. 3/9
  2. 9/3
  3. 3/10
  4. 10/3
  1. Perhatikan gambar berikut ini!

image

Bagian yang diarsir menunjukkan pecahan?

  1. 4/12
  2. 12/4
  3. 4/16
  4. 4/8
  1. Perhatikan gambar berikut ini!

image

Bagian yang tidak diarsir menunjukkan pecahan

  1. 1/6
  2. 2/6
  3. 6/1
  4. 6/2
  1. Bentuk sederhana dari bentuk pecahan 4/6 adalah… 
  1. ½
  2. 2/3
  3. ¼
  4. 2/5
  1. Bentuk penyederhanaan dari pecahan 18/24 adalah…
  1. ¾
  2. ¼
  3. ½
  4. 1/3 
  1. Bentuk penyederhanaan dari pecahan 30/75 adalah…
  1. ½
  2. 1/3
  3. 2/5
  4. 2/3  
  1. Bentuk sederhana dari 24/60 adalah…
  1. ¼
  2. 1/5
  3. 2/5
  4. ¾ 
  1. Tanda yang tepat untuk melengkapi pecahan 2/14…1/8 adalah…
  1. +-
  2. =
  1. Tanda yang tepat untuk melengkapi pecahan 3/7…1/2 adalah…
  1. =
  2. +-
  1. Tanda yang tepat untuk melengkapi pecahan 4/5…2/5 adalah…
  1. =
  2. +-
  1. Urutan pecahan dari pecahan terbesar ke pecahan terkecil dari 5/7; 3/7; 8/7; 12/7 adalah…
  1. 12/7; 8/7; 5/7; 3/7
  2. 3/7; 5/7; 8/7; 12/7
  3. 5/7; 8/7; 3/7; 12/7
  4. 5/7; 3/7; 12/7; 8/7
  1. Urutan pecahan dari pecahan terkecil hingga pecahan terbesar 0,45; 0,85; 7/5; 78% adalah…
  1. 0,45; 78%, 0,85, 7/5
  2. 0,45; 0,85; 7/5; 78%
  3. 7/5; 0,85, 78%, 0,45
  4. 7/5; 78%, 0,85; 0,45
  1. Diketahui pecahan 0,4; 3/5; 15%; 0,25. Urutan pecahan dari yang terkecil ke pecahan yang terbesar adalah…
  1. 3/5; 0,4; 0,25; 15%
  2. 15%; 0,25; 0,4; 3/5
  3. 15%, 0,4; 0,25; 3/5
  4. 0,4; 0,25; 3/5; 0,25
  1. Diketahui pecahan 2/5; 60%; 0,36; ¾; 0,5. Urutan pecahan dari yang terbesar ke yang pecahan terkecil adalah…
  1. 0,36; 2/5; 0,5; 60%; ¾
  2. 0,36; 0,5; 2/5; 60%; ¾
  3. ¾; 2/5; 60%; 0,5; 0,36
  4. ¾; 60%; 0,5; 2/5; 0,36
  1. Diketahui pecahan 0,4; 7/10; 20%; dan 0,15. Urutan pecahan dari yang terbesar ke yang pecahan terkecil adalah…
  1. 0,15; 20%; 0,4; 7/10
  2. 7/10; 0,4; 20%, 0,15
  3. 7/10; 20%; 0,4; 0,15
  4. 20%, 7/10; 0,15; 0,4
  1. Ibu membeli satu buah semangka. Kemudian semangka tersebut dipecah menjadi 4 bagian sama besar untuk anaknya. Berapa bagian yang diterima setiap anak?
  1. ½
  2. 1/3
  3. ¼
  4. ¾
  1. Adi mempunyai tali sepanjang ½ meter, Budi sepanjang ¼ meter, panjang tali yang dimiliki Citra sama dengan Budi, dan Dika sepanjang 1/8 meter. Siapakah yang memiliki tali paling pendek?
  1. Adi
  2. Budi
  3. Citra
  4. Dika

Jawaban

  1. D. ¾

Karena 3 sebagai bilangan pembilang diletakkan di atas sementara 4 sebagai bilangan penyebut diletakkan di bawah

  1. B. 4/18

Karena 4 sebagai bilangan pembilang diletakkan di atas sementara 18 sebagai bilangan penyebut diletakkan di bawah

  1. C. Setengah

Nama lain dari seperdua adalah setengah

  1. C. 3/10

Karena 3 yang berada di bagian berwarna putih disebut dengan pembilang dan total bagian putih dan hitam disebut dengan penyebut 

  1. A. 4/12

Karena bagian yang diarsir ada 4 sebagai bilangan pembilang dan jumlah bagian yang diarsir dan tidak diarsir adalah 12 sebagai bilangan penyebut

  1. A. 1/6

Karena bagian yang tidak diarsir ada 1 yang disebut dengan bilangan pembilang sementara jumlah bagian yang diarsir dan tidak diarsir ada 6 yang disebut dengan bilangan penyebut 

  1. B. 2/3

Karena 4/6 = 4:2 dan 6:2 = 2/3 

  1. A. ¾

Karena 18 : 2 dan 24 : 2 = 9/12

9 : 3 dan 12 : 3 = ¾

  1. C. 2/5

Karena 30 : 3 dan 75 : 3 = 10/25

10 : 5 dan 25 : 5 = 2/5

  1. C. 2/5

Karena 24 : 2 dan 60: 2 = 12/30

12 : 3 dan 30 : 3 = 4/10

4 : 2 dan 10 : 2 = 2/5

  1. D. >

Karena nilai pecahan 2/14 lebih dari 1/8

  1. A. <

Karena nilai pecahan 3/7 kurang ½

  1. D. >

Karena nilai pecahan yang memiliki penyebut sama tinggal menentukan bilangan pembesar yang besra sehingga 4/5 lebih dari 2/5

  1. A. 12/7; 8/7; 5/7; 3/7

Karena penyebutnya sama sehingga tinggal mencari pembilang yang paling besar nilainya 

  1. A. 0,45; 78%, 0,85, 7/5

0,45 = 45/100 x 100 = 45

0,85 = 85/100 x 100 = 85

7/5 = 7/5 x 100 = 140

78/100 = 78/100 x 100 = 78

Jadi, nilai pecahan dari yang terkecil ke pecahan yang terbesar adalah 0,45; 78%, 0,85, 7/5

  1. B. 15%; 0,25; 0,4; 3/5

0,14 = 4/10 x 100 = 40

3/5 = 3/5 x 100 = 60

15% = 15/100 x 100 = 15

0,25 = 25/100 x 100 = 25

Jadi, nilai pecahan dari yang terkecil ke pecahan tang terbesar adalah 15%; 0,25; 0,4; 3/ 

  1. D. 2/5; 60%; 0,36; ¾; 0,5

2/5 = 2/5 x 100 = 40

60% = 60/100 x 100 = 60

0,36 = 36/100 x 100 = 36

¾ = ¾ x 100 = 75

0,5 = 5/10 x 100 = 50

Jadi, nilai pecahan dari yang terbesar ke pecahan terkecil adalah 2/5; 60%; 0,36; ¾; 0,5

  1. B. 7/10; 0,4; 20%, 0,15

0,4 = 4/10 x 100 = 40

7/10 = 7/10 x 100 = 70

20% = 20/100 x 100 = 20

0,15 = 15/100 x 100 = 15

Jadi, nilai pecahan dari yang terbesar ke pecahan terkecil adalah 7/10; 0,4; 20%; 0,15

  1.  C. 1/4

Karena satu buah semangka dibagi menjadi 4 bagian sama besar

  1.  D. Dika

½; ¼; 1/8 disamakan penyebutnya dan hasil yang paling kecil yaitu 1/8 sehingga hasilnya tali Dika yang memiliki tali paling pendek