Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pengertian Cuaca dan Unsur Unsur Cuaca

Dalam keseharian, banyak orang ingin mengetahui cuaca harian agar dapat menyesuaikan agenda kegiatannya. Istilah cuaca berhubungan dengan keadaan udara yang terjadi di suatu tempat. Agar lebih jelas, mari kita simak pengertian cuaca dan juga unsur unsur cuaca. 

Pengertian Cuaca

Pengertian cuaca menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah keadaan udara (tentang suhu, cahaya matahari, kelembapan, kecepatan angin, dan sebagainya) pada satu tempat tertentu dengan jangka waktu terbatas.

Sedangkan Encyclopaedia Britannica (2015) mendefinisikan cuaca sebagai keadaan di atmosfer atau langit atau udara.

BMKG mendefinisikan cuaca sebagai keadaan udara atau atmosfer di suatu tempat pada suatu saat atau waktu, berdasarkan jam, hari, minggu, bulan, ... dan seterusnya.

Definisi cuaca bisa juga dipahami sebagai suatu keadaan rata-rata udara sehari-hari di suatu tempat yang meliputi wilayah sempit dalam jangka waktu singkat. 

Sebagai contoh, 

“Cuaca di Kota Solo pada pukul 06.00 hari ini adalah cerah dengan suhu udara berkisar antara 25.C hingga 26.C, dengan angin yang berhembus tenang berkisar pada kecepatan 25 km/jam. Diperkirakan, cuara Kota Solo sore harinya mulai pukul 16.00 akan berubah dengan datangnya awan tebal dengan suhu udara berkisar 22.C dan berangin dengan kecepatan 30 km/ jam, sehingga dimungkinkan turun hujan.”

Dari contoh di atas, kita bisa mengetahui bahwa sifat cuaca adalah mudah berubah. Perubahan cuaca disebabkan oleh berbagai faktor, seperti tekanan udara, suhu, angin, kelembaban udara, dan juga curah hujan.

Jadi, bisa dipahami pengertian cuaca secara umum adalah kondisi perubahan suhu, angin, curah hujan, dan juga sinar matahari di suatu tempat tertentu yang berlangsung singkat.

Beda cuaca dan iklim

Perlu dipahami bahwa cuaca berbeda dengan iklim. Perbedaan cuaca dengan iklim, adalah cuaca merujuk pada kondisi udara dalam tempat tertentu di waktu singkat. Sedangkan iklim adalah kumpulan cuaca dalam jangka waktu yang lama, dan jangkauan tempat lebih luas. 

Jadi, beda cuaca dan iklim tepatnya terletak pada tempat dan waktu. Cuaca tempatnya sempit, sedangkan iklim menjangkau tempat lebih luas. Misal cuaca mencakup wilayah Kota/ Kabupaten tertentu saja, sedangkan iklim bisa meliputi satu pulau atau satu negara. 

Pada segi waktu, cuaca berlangsung singkat dalam rentang waktu menit/ jam, dan berubah dengan cepat. Sedangkan iklim berlangsung panjang, dalam jangka waktu berbulan/bulan atau tahunan. Iklim biasanya berlangsung stabil di daerah tertentu sepanjang tahun. 

Unsur unsur cuaca

Perubahan cuaca dipengaruhi oleh unsur-unsur cuaca. Adapun unsur-unsur cuaca terdiri dari: 

1) Radiasi Matahari

Matahari memancarkan radiasi, walaupun yang diterima bumi hanya sebagian kecil. Namun, radiasi yang diterima di permukaan bumi ini menjadi sumber energi utama dalam proses-proses fisika atmosfer. Proses-proses fisika atmosfer inilah yang mempengaruhi keadaan cuaca dan iklim. 

Adapun pengaruh radiasi matahari ini ditentukan dari beberapa faktor, seperti sudut datang sinar matahari lama waktu penyinaran matahari, keadaan muka bumi (daratan dan lautan), serta banyak sedikitnya awan. Penerimaan radiasi di muka bumi bervariasi juga dikarenakan perbedaan tempat dan waktu. 

2) Suhu Udara

Suhu atau temperatur udara merupakan derajat panas yang terjadi akibat aktivitas molekul dalam atmosfer. Suhu yang berpengaruh terhadap pembentukan cuaca berasal dari tingkat gerakan yang berasal dari molekul benda. Semakin cepat gerakan molekul, semakin tinggi suhunya. 

Secara sederhana, suhu adalah tingkat panas suatu benda. Panas akan bergerak dari benda dengan suhu tinggi ke suhu rendah. Benda dengan suhu tinggi disebut benda panas atau hangat, sedangkan benda bersuhu rendah disebut benda dingin. Pengukuran suhu udara dilakukan dengan satuan  Celsius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F).

3) Tekanan Udara

Tekanan udara dipengaruhi oleh Gerakan-gerakan udara di atmosfer. Atmosfer terdari dari udara yang berupa sejumlah gas. Gas-gas akan bergerak di permukaan bumi sehingga memberi tekanan di atmosfer, atau disebut tekanan udara. 

Tekanan udara dari tempat ke tempat dan dari waktu ke waktu sifatnya variatif. Tempat yang semakin tinggi akan memiliki tekanan udara yang semakin rendah. Sebaliknya, tempat yang semakin rendah, tekanan udaranya semakin tinggi. 

Tekanan udara banyak dipengaruhi suhu udara. Udara dingin bersifat lebih berat daripada udara hangat. Perbedaan ini menghasilkan pergerakan udara dan tekanan udara. Udara yang naik akan menghasilkan daerah dengan tekanan rendah sehingga daerah bertekanan rendah akan berawan dan basah.

Udara bergerak dari daerah bertekanan tinggi menuju daerah yang bertekanan rendah. Pergerakan iniah yang menghasilkan angin. Perubahan tekanan udara ini menghasilkan angin yang bertiup dengan membawa massa udara. 

Perubahan tekanan udara dapat diukur dengan alat pengukur tekanan udara disebut barometer. Ukuran tekanan udara menggunakan satuan milibar(mb).

4) Angin

Angin adalah udara yang bergerak. Pergerakan angin bisa disebabkan oleh rotasi bumi dan karena perbedaan tekanan udara di sekitar. Angin kan bergerak dari tempat dengan tekanan udara tinggi menuju tempat bertekanan udara rendah.

Angin memiliki arah dan kecepatan. Arah angin dinyatakan dalam satuan derajat atau dalam arah mata angin. Penyebutan angin biasanya ditentukan dari arah mana angin tersebut bertiup. Jadi, angin timur adalah sebutan bagi angin yang bertiup dari arah timur, sedangkan angin selatan adalah angin yang bertiup dari arah selatan. Begitu juga dengan arah-arah lain.

Sedangkan secara lebih detail, angin timur digunakan untuk menyebut angin dari arah timur dengan 90 derajat dan kecepatannya dinyatakan dalam m/detik, km/jam, atau knot.

5) Kelembaban Udara

Kelembaban udara merupakan kandungan uap air yang ada di udara. Kelembapan udara terdiri dari kelembaban mutlak, kelembaban nisbi (relatif), dan defisit tekanan uap air. 

Yang dimaksud dengan kelembaban mutlak adalah kandungan uap air dihitung persatuan volume, kelembaban relatif dinilai dengan membandingkan kandungan tekanan uap air aktual dengan keadaan jenuhnya. Secara umum, kelembaban udara akan lebih tinggi di malam hari disbanding di siang hari. 

Kelembaban udara diukur dengan menggunakan alat yang dinamakan hygrometer, dengan memanfaatkan rambut sebagai sensornya. Kelembaban rata-rata harian atau bulanan yang ada di daerah tropis basah seperti Indonesia umumnya bersifat tetap, di angka RH > 60 persen. 

6) Awan

Awan akan terbentuk saat udara naik hingga mencapai di titik embun, sehingga udara menjadi jenuh. Titik embun ini menghasilkan inti kondensasi seperti debu, es, dan garam dan uap air, yang kemudian mengembun dan berwujud sebagai awan. 

7) Hujan

Hujan adalah hasil akhir dari perpaduan unsur-unsur cuaca. Hujan dapat terjadi karena beberapa tipe gerakan udara. Banyak sedikitnya hujan di suatu dearah, dinyatakan sebagai curah hujan. 

Referensi:

  1. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. 2011. Modul sosialisasi meteorology klimatologi dan geofisika sekolah lanjutan tingkat atas. Ciputat: Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah II
  2. Bitar. 2020. Unsur Cuaca, diakses dari https://www.gurupendidikan.co.id/unsur-cuaca/
  3. Kurniawan, Kanada. 2020. Pengertian Cuaca Menurut BMKG, diakses dari https://maritim.kalbar.bmkg.go.id/konten/pengertian-cuaca/
  4. Mahanani, Rahwiku. 2020. Apa Itu Cuaca? Ini Pengertian dan Unsur-Unsur Pembentuk Cuaca, diakses dari https://kids.grid.id/read/472392597/apa-itu-cuaca-ini-pengertian-dan-unsur-unsur-pembentuk-cuaca?page=all
  5. Nailufar, Nibras Nada. 2020. Unsur-unsur Cuaca dan Faktor yang Memengaruhi Iklim, diakses dari https://www.kompas.com/skola/read/2020/03/31/080000169/unsur-unsur-cuaca-dan-faktor-yang-memengaruhi-iklim?page=all.
  6. Rivai, Deas Achmad. 2020. Unsur-unsur Cuaca. Bangka: BMKG, Stasiun Meteorologi Pangkal Pinang Bangka

 *Penulis: Hasna Wijayati