Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengolahan Lahan: Pengertian dan Tahapan

Pengolahan lahan merupakan salah satu tindakan penting untuk menyuburkan tanah. Untuk memahami apa pentingnya pengolahan lahan dan tata cara pengolahan lahan, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa perbedaan lahan dan tanah. 

Pengertian Tanah adalah komponen utama dari lahan, yang mempunyai sifat dan memenuhi syarat untuk disebut sumberdaya. Beberapa kemampuan tanah ini seperti, mampu menghasilkan bahan nabati sehingga juga menghasilkan bahan hewani, mempunyai daya tumpu sehingga dapat didirikan bangunan di atasnya, mampu menyerap cairan, menguraikan bahan organic, mematikan pathogen, serta mampu menyanggap zat kimia. 

Jadi, tanah bisa disebut sebagai bahan mentah untuk membuat beraneka barang, serta memiliki fungsi untuk sanitasi lingkungan. Kemampuan tanah ini membuat tanah memiliki manfaat luas, seperti untuk tujuan perlindungan, estetika dan rekreasi.

Sedangkan pengertian lahan adalah daerah yang ada di permukaan bumi yang memiliki sifat-sifat tertentu seperti biosfer, atmosfer, tanah, hidrologi, lapisan geologi, populasi tananam dan hewan, hasil kegiatan manusia di masa lalu dan sekarang, yang dengan sifat-sifat tersebut mampu berpengaruh terhadap fungsi lahan itu sendiri terhadap manusia, baik di masa sekarang maupun di masa depan. 

Singkatnya, perbedaan tanah dan lahan adalah pada karakteristik dan fungsinya. Tanah dengan karakteristiknya yang luas, dengan fungsi perlindungan, estetika dan rekreasi. Adapun lahan harus memiliki tanah, ditambah dengan karakter lain untuk bisa dimanfaatkan dan diolah manusia. Tanah tidak selalu merupakan lahan, tapi lahan selalu memuat tanah. 

Pengertian pengolahan lahan

Lahan memiliki manfaat besar terutama dalam bidang pertanian dan perkebunan. Untuk bisa mendapat manfaat optimal dari lahan, perlu dilakukan pengolahan lahan. Tanah menjadi salah satu media tanam yang harus diolah terlebih dahulu agar tanah dapat menjadi subur serta mampu menjadi media tanam yang baik untuk tanaman.

Pengertian pengolahan lahan adalah proses mengubah sifat tanah dengan alat pertanian sedemikian rupa sehingga diperoleh lahan pertanian yang sesuai kebutuhan untuk tujuan pemanfaatan yang diinginkan manusia dan sesuai bagi pertumbuhan suatu tanaman tertentu.

Dalam usaha pertanian, Pengolahan lahan dalam usaha pertanian bertujuan untuk :

  1. Membentuk kondisi fisik, kimia dan biologis tanah yang lebih baik
  2. Membunuh gulma dan tanaman yang tidak diinginkan
  3. Menempatkan sisa-sisa tanaman (seresah) di tempat yang sesuai sehingga memperbaiki dekomposisi
  4. Menurunkan laju erosi
  5. Meratakan tanah sehingga dapat mempermudah pekerjaan di lapangan
  6. Menyatukan pupuk dengan tanah
  7. Mempersiapkan tanah untuk mempermudah pengaturan irigasi

Tahap Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan secara umum dijalankan dalam dua tahap, meliputi pengolahan lahan primer dan pengolahan lahan sekunder. 

1. Pengolahan pertama atau primer (primary tillage)

Pengolahan primer (primary tillage) dapat dilakukan dengan menggunakan mesin bajak, sehingga proses ini juga sering disebut dengan pembajakan. Pengolahan primer bertujuan untuk membalik atau membongkar tanah menjadi gumpalan-gumpalan tanah, dan dilakukan sedalam 30 sampai 50 cm.

Beberapa alat yang dapat digunakan dalam pengolahan primer, seperti: bajak singkal (mold board plow), bajak brujul (chisel plow), bajak priringan (disk plow), bajak rotari (rotary plow), bajak bawah tanah (subsoil plow), dan bajak raksasa (giant plow).

2. Pengolahan kedua atau sekunder (secondary tillage)

Pengolahan sekunder dilakukan setelah pengolahan primer atau pembajakan. Pengolahan sekunder dilakukan dengan jalan pengadukan tanah hingga jeluk yang relatif tidak terlalu dalam, yaitu 10 hingga 15 cm. Adapun tujuan pengolahan sekunder, yakni:

  • memperbaiki pertanian dengan menggemburkan tanah yang lebih baik
  • mengawetkan lengas tanah
  • menghancurkan sisa-sisa tanaman yang tertinggal serta mencampurnya dengan tanah di lapisan atas
  • memecah bongkahan tanah dan memantapkan lapisan tanah atas sehingga bisa menempatkan tanah pada kondisi yang lebih baik untuk penyebaran perkecambahan benih
  • Mempersiapkan kondisi tanah yang siap tanam
  • Membunuh gulma dan mengurangi penguapan terutama tanah bero.

Pengolahan sekunder dapat menggunakan alat berupa garu (harrow), bajak pengaduk tanah di bawah permukaan (sub surface tillage and field cultivation), serta peralatan dalam pengolahan primer dengan melakukan beberapa modifikasi.

Referensi:

  • Distan. 2018. 3 Jenis Pengolahan Tanah dan Lahan Pertanian, diakses dari http://distan.bulelengkab.go.id/artikel/3-jenis-pengolahan-tanah-dan-lahan-pertanian-25#:~:text=Pengolahan%20lahan%20merupakan%20suatu%20proses,dan%20sesuai%20untuk%20pertumbuhan%20tanaman.
  • Nurhidayat Adrianty. 2019. Pentingnya Pengolahan Lahan, diakses dari http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/87834/Pentingnya-Pengolahan-Lahan/
*Penulis: Hasna Wijayati