Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Gejala Sosial: Klasifikasi, Karakteristik dan Contoh

Sebenarnya, dalam kegiatan sehari-hari kita sering sekali menjumpai fenomena gejala sosial. Gejala sosial tersebut ada yang bersifat positif maupun negatif. Lantas seperti apa sih gejala sosial tersebut, bagaimana karakteristiknya, dan apa aja contohnya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut dapat disimak dalam ulasan artikel di bawah ini.

Gejala Sosial: Klasifikasi, Karakteristik dan Contoh

A. Pengertian Gejala Sosial

Gejala sosial merupakan suatu peristiwa yang terjadi oleh manusia baik secara individu ataupun kelompok yang mencakup nilai sosial dan moral seperti gejala ekonomi, gejala politik, gejala moral, dan gejala budaya. 

B. Klasifikasi Gejala Sosial

Gejala sosial berdasarkan sumber permasalahannya dibedakan menjadi tiga yaitu:

  1. Gejala sosial akibat masalah ekonomi berupa gejala sosial yang terjadi ketika suatu individu tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya karena permasalahan ekonomi. Contohnya kemiskinan dan pengangguran.
  2. Gejala sosial akibat masalah politik berupa gejala sosial yang terjadi dalam bidang politik dimana biasanya melibatkan aktor politik di suatu daerah tertentu. Contohnya korupsi yang dilakukan oleh kepala daerah.
  3. Gejala sosial akibat masalah kebudayaan berupa gejala sosial yang terjadi dalam bidang kebudayaan dan sering terjadi di lingkungan masyarakat karena ruang cakupannya luas. Contohnya kenakalan remaja, perceraian, dan kasus rasisme.

C. Karakteristik Gejala Sosial

Karakteristik atau ciri-ciri gejala sosial ada enam yaitu:

1. Bersifat kompleks (rumit)

Gejala kompleks atau rumit karena didalamnya terkandung unsur hubungan  antar manusia yang dipengaruhi berbagai faktor seperti faktor ekonomi, faktor politik, faktor agama, dan faktor budaya.

2. Beraneka ragam

Gejala sosial memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda yang mana menyebabkan gejala sosial beraneka ragam. Antara satu gejala sosial dengan gejala sosial lainnya memiliki perbedaan padahal antar keduanya memiliki satu hubungan yang sama. Contohnya gejala sosial akibat permasalahan ekonomi tidak bisa disamakan dengan gejala sosial akibat permasalahan politik.

3. Tidak bersifat universal

Gejala sosial tidak bersifat universal hanya karena dipengaruhi oleh kondisi sosial atau budaya suatu masyarakat sehingga gejala sosial yang muncul di suatu daerah tentunya berbeda dengan gejaal sosial yang ada di daerah lainnya.

4. Bersifat dinamis

Gejala sosial bersifat dinamis karena perilaku manusia yang cenderung berubah ubah (dinamis) sehingga gejala sosial yang timbul pun akan cepat berganti. Contohnya yait trend fashion yang tiap tahun selalu berganti.

5. Bersifat kontekstual

Gejala sosial bersifat kontekstual dimana selalu memperhatikan situasi yang berada di sekitarnya seperti kebiasaan, tradisi, dan norma yang berlaku.

6. Sulit diprediksi

Gejala sosial sulit diprediksi karena bersifat dinamis, kontekstual, kompleks, dan abstrak. Namun, gejala sosial tetap dapat diatasi dengan kerjasama dari semua masyarakat dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Referensi 

  • https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-klasifikasi-dan-karakteristik-gejala-sosial
  • https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5704507/12-contoh-gejala-sosial-serta-pengertian-jenis-dan-karakteristiknya

*Penulis : Nabila Salsa Bila