Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Teori Konflik dan Faktor Penyebab Kekerasan Sosial

Konflik erat kaitannya dengan kekerasan dimana ada konflik tentunya kekerasan ada di dalamnya. Namun, apakah konflik dan kekerasan memiliki arti yang sama? Ataukah keduanya merupakan suatu hal yang berbeda? Nah, untuk menjawab hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.

Teori Konflik dan Faktor Penyebab Kekerasan Sosial

A. Pengertian Konflik dan Kekerasan Sosial

Secara etimologi, konflik berasal dari bahasa Latin configere yang memiliki arti saling memukul. Namun, secara sosiologis, konflik memiliki makna yaitu pertentangan dimana masing masing pihaknya berupaya untuk saling menyingkirkan. 

Menurut Lewis A. Coser dalam bukunya yang berjudul “The Functions of Social Conflict” membagi menjadi menjadi dua yaitu:

  1. Konflik realistis dimana konflik yang terjadi melibatkan kontak dan emosi.
  2. Konflik non realistis dimana konflik yang terjadi tanpa adanya kontak sehingga hal tersebut tidak dapat disebut dengan konflik.

Konflik yang terjadi secara terus menerus dan tidak dijumapi titik penyelesaian dapat menyebabkan kekerasan. Kekerasan merupakan suatu perbuatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang menyebabkan cidera, kerusakan fisik dan barang, hingga hilangnya nyawa seseorang. Namun, ada juga kekerasan yang tidak mencelakai orang lain seperti mengekang, memfitnah, mengintimidasi, dan meneror juga termasuk dalam kekerasan.

B. Jenis - jenis Teori Konflik

1. Teori Konflik Karl Marx

Menurut Karl Marx salah satu penyebab terbesar konflik yaitu kapitalisme. Hal ini dikarenakan kelompok pemilik modal atau borjouis mengalami konflik melalui ketimpangan yang terjadi dengan kelompok proletar atau buruh dimana kaum borjouis ingin mengambil keuntungan sebesar besarnya yang mana memicu protes akan ketidakadilan yang dialami oleh kaum buruh. 

2. Teori Konflik Antonio Gramsci

Menurut Antonio Gramsci penyebab konflik yaitu karena adanya suatu hegemoni. Hegemoni adalah kekuasaan yang dijalankan dengan jalan kekerasan untuk membangun ideologi dan kebudayaan yang diinginkan oleh para penguasa.

Contohnya kasus pembungkaman kebebasan berpendapat kepada orang-orang yang kritis terhadap kekuasaan. Jadi, melalui hegemoni, si penguasa mempertahankan kekuasaan dengan cara membungkam kebebasan berpendapat atau kritik terhadapnya. Oleh sebab itu, konflik sosial bisa menghasilkan ketidakadilan terhadap orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan.

3. Teori Konflik Lewis A. Coser

Menurut Lewis A. Coser dimana konflik dapat memiliki fungsi bagi masyarakat seperti memperkuat persatuan kelompok dan alat untuk melawan ketidakadilan yang mendorong terjadinya suatu perubahan.

C. Faktor - faktor Penyebab Konflik Sosial

1. Perbedaan antar individu

Penyebab konflik sosial dalam hal ini biasanya karena adanya perbedaan pendapat yang parahnya hingga bisa saling baku hantam.

2. Perbedaan antar budaya

Perbedaan yang dimiliki masing masing daerah tentunya berbeda apalagi dalam bidang kebudayaan. Masing masing daerah tentunya memiliki ciri khas kebudayaannya masing masing, namun, sangat disayangkan sering sekali terjadinya konflik bermula dari adanya perbedaan budaya.

3. Perbedaan etnis dan ras

Hampir sama halnya dengan budaya, dimana perbedaan etnis juga sering sekali menimbulkan konflik.

4. Perbedaan agama

Kurang adanya sikap toleransi dan menghormati antar umat beragama juga bisa menjadi faktor terjadinya konflik. Sehingga perlu adanya peningkatan sikap toleransi sehingga dapat mengurangi konflik karena adanya perbedaan agama.

D. Faktor - faktor yang Mempengaruhi Kekerasan Sosial

1. Faktor individual

Adanya perilaku agresif seseorang sehingga menimbulkan kekerasan. Faktor ini dibagi menjadi dua yaitu pertama, faktor pribadi yang disebabkan oleh stress, depresi, atau pengaruh obat. Kedua, faktor sosial seperti faktor rumah tangga, faktor budaya, dan faktor media massa.

2. Faktor kelompok

Individu cenderung membentuk kelompok dengan memprioritaskan identitas berdasarkan persamaan ras, agama, dan etnis sehingga rawan terjadi benturan antara identitas kelompok yang berbeda sehingga menyebabkan kekerasan.

3. Faktor dinamika kelompok

Kekerasan timbul karena hilangnya rasa saling memiliki dalam kelompok dimana terjadinya perubahan sosial sangat cepat dan tidak dapat diespon oleh sistem sosial dan nilai masyarakat. 

Referensi 

  • https://www.ruangguru.com/blog/teori-konflik-dan-faktor-penyebab-kekerasan-sosial
  • https://www.zenius.net/blog/konflik-sosial-sosiologi-kelas-11

*Penulis : Nabila Salsa Bila