Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Ragam Bentuk Konflik dan Kekerasan di Masyarakat

Konflik yang terjadi di masyarakat bisa berujung menjadi kekerasan. Konflik muncul akibat adanya arsa tidak suka, benci yang disertai dengan adanya keinginan untuk menghancurkan pihak lawan. Di kehidupan masyarakat terdapat beberapa bentuk konflik yang dilihat dari sudut pandang yang berbeda-beda.

Menurut Soerjono Soekanto, terdapat lima konflik yang ada di masyarakat yaitu konflik pribadi, konflik politik, konflik sosial, konflik antarkelas sosial, dan konflik internasional.

Ragam Bentuk Konflik dan Kekerasan di Masyarakat

Sementara itu, menurut Lewis A. Coser membagi konflik atas bentuk dan tempat terjadinya konflik. Adapun konflik berdasarkan bentuknya meliputi:

1. Konflik realistis

Konflik yang timbul karena kekecewaan individu atau kelompok dimana kekecewaan tersebut didasarkan atas tuntutan yang terjadi dalam hubungan sosial. Contohnya demo yang dilakukan para mahasiswa terhadap pemerintah terhadap penetapan undang-undang baru yang dinilai kurang berpihak ke masyarakat.

2. Konflik non-realistis

Konflik yang timbul bukan karena berasal dari tujuan persaingan yang bertentangan. Konflik ini juga didasarkan atas kebutuhan untuk meredakan ketegangan.

Konflik yang didsarkan atas tempat terjadinya konflik dibagi menjadi dua yaitu:

1. Konflik in-group

Konflik in-grup merupakan konflik yang terjadi dalam suatu kelompok atau masyarakat itu sendiri.

2. Konflik out-group

Konflik out-grup merupakan konflik yang terjadi antara suatu kelompok atau masyarakat dengan kelompok atau masyarakat lain.

Menurut Ursula Lehr, konflik dibagi menjadi konflik dengan orang tua sendiri, konflik dengan anak, konflik dengan sanak saudara, konflik dengan orang lain, konflik agam, konflik pekerjaan, konflik di sekolah, konflik antara suami atau istri, dan konflik pribadi. 

 Definisi kekerasan secara general diartikan sebagai suatu perbuatan yang dilakukan seseorang atau sekelompok masyarakat yang menyebabkan cedera atau hilangnya nyawa seseorang atau kerusakan barang benda dan fisik. Sementara itu, dalam sosiologis kekerasan diartikan sebagai suatu tindakan yang dilakukan individu atau sekelompok masyarakat yang melakukan interaksi sosial dengan tidak mengindahkan nilai dan norma yang berlaku sehingga merugikan banyak pihak.

Referensi 

  • https://www.ruangguru.com/blog/ragam-bentuk-konflik-dan-kekerasan-di-masyarakat
  • https://tirto.id/contoh-konflik-sosial-dalam-masyarakat-dan-cara-mengatasinya-gmwx

*Penulis: Nabila Salsa Bila